RBT dari Grup BIL (Brother in Law) : Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"
BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan
Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi
Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV
Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV
Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa
Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa (dalam GESANG)
Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Wisuda MBA dari FEB UGM, Yogyakarta, on Obsesi, GLOBAL TV
Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono
Selasa, 30 November 2010
Keadilan Pemilukada untuk Tangerang Selatan sedang di MK-kan: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Tribunnews.com - Selasa, 30 November 2010 05:43 WIB
Document Mustafid Sawunggalih
Airin Rachmi Diany didampingi pengacaranya Rudi Alfonso yang mewakili 12 orang pengacara lainnya dalam sidang gugatan Pemilukada Tangsel di Mahkamah Konstitusi, Senin (29/11)Related News
Ditulis oleh Tribunners, Mustafid Sawunggalih
TANGERANG SELATAN- Airin Rachmi Diany pemenang pemilukada Tangerang Selatan yakin MK akan memutuskan seadil-adilnya. Airin merasa sudah mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku selama proses Pemilukada berlangsung. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada MK terkait gugatan Arsid-Andre dan Yayat-Norodom.
"Kami yakin MK akan berpihak pada kebenaran, dalam pembuktian nanti, akan diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan pelanggaran dan yang tidak melakukan pelanggaran. Kita lihat apa yang disampaikan dalam gugatan ini, kami nyatakan tidak benar,” kata Airin usai mengikuti persidangan di MK, Senin (29/11).
Sebelumnya, saat persidangan materi gugatan yang dipaparkan kuasa hukum pasangan no 3 Arsid-Andre dan pasangan no 1 Yayat-Norodom dalam sidang perdana sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sangat lemah.
Berbagai gugatan yang disampaikan tidak memiliki bukti kuat dan dibantah baik oleh kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) maupun kuasa hukum pasangan no 4 Airin-Benyamin.
Dalam persidangan perdana itu, juru bicara pengacara Arsid-Andre, Andy Syafrani mengemukakan, ada tiga alasan utama pihaknya melakukan gugatan.
Pertama, pihaknya menemukan KPU Tangsel tidak netral akibatnya, dapat mempengaruhi jumlah suara khususnya nomor 3. Yang kedua, penyelenggara negara dalam hal ini Pemkot Tangsel secara sistematis dan masif juga tidak netral .Sedangkan yang ketiga, atas pelanggaran administratif maupun pidana, itu pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara dan penetapannya.
"Sehingga bisa dilakukan Pilkada ulang untuk seluruh wilayah Kota Tangsel. Namun, sebelumnya, diskualifikasi dulu nomor 4. Atau tetapkan Arsid-Andre Taulany sebagai pemenangnya,” pinta Andy Syafrani
Ketua MK Mahfud MD lalu menanyakan, apa saja yang bisa dibuktikan bahwa KPU dan Pemkot Tangsel tidak netral? Dijawab Andy, untuk KPU, pihaknya menemukan pencetakan surat suara cadangan sebanyak 5% tidak sesuai dengan dengan aturan yang seharusnya hanya 2,5 % cadangannya.”Jadi selisih ini tidak jelas, kami mendapat ada 1.758 surat suara yang entah kemana?,” ujarnya.
Untuk Pemkot Tangsel, adanya proses mutasi pejabat dari Provinsi Banten ke Tangsel, seperti Penjabat Wali Kota Tangsel. Padahal, memiliki jabatan sebagai kepala dinas di Provinsi Banten. "Aparat negara (Pemkot Tangsel) digeser jika beda pandangan politik,” tegas Andy.
Sedangkan, kubu Yayat-Norodom diwakilkan oleh 3 orang pengacara. Dengan juru bicara Sumardi. Pasangan ini menuding dua pasangan telah melakukan kecurangan, yang pertama adalah Airin-Benyamin dan kedua adalah Arsid-Andre. “Pasangan nomor empat telah dibantu, Asda 1 Pemkot Tangsel bernama Ahadi, Ketua RT, KPU Tangsel dan penjabat wali kota Tangsel Eutik Suarata,” tudingnya.
Keterlibatan Penjabat Wali Kota Tangsel adalah terekam dengan video visual, yakni pada saat acara Wanita Kristen Indonesia menggelar acara di Pondok Aren, Dalam kesempatan itu, Eutik mengarahkan bahwa akan ada Pilkada di Tangsel dengan kandidat nomor 4 Airin –Benyamin. “Itu ada buktinya berupa rekaman video,” terangnya.
Sementara Arsid-Andre dituduhnya melakukan money poltics dan melakukan penggalangan PNS Kabupaten Tangerang. Selain itu, kubu nomor 1 ini juga mempertanyakan adanya 1.300 warga yang tidak dapat kartu undangan untuk memilih.
“Money politik yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Arsid-Andre juga terekam dengan audio visual kami. Pelakunya adalah tim sukses bernama Fauzi, yang diberikan untuk membagikan bernama Abdul Somad. Dengan begitu, kami memohon agar Pilkada diulang, selain itu nomor 3 dan 4 dilakukan diskualifikasi. Jika pun tidak Majelis Hakim bisa menetapkan nomor urut 1 sebagai wali kota terpilih, ” harapnya.
Sedangkan kubu Airin-Benyamin melalui pengacaranya sebanyak 12 orang diwakilkan Rudi Alfonso mengatakan. Segala tuduhan nomor urut 3 dan 1 sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari tanggal, waktu dan lokasi tuduhan. “Berdasarkan tuduhan yang dilayangkan pada waktu dan tempat, kami bisa pastikan sama sekali dibuat-buat seolah benar-benar ada,” kata Rudi Alfonso.
Contohnya, kata Rudi, tudingan bahwa adanya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke suatu acara dengan mengarahkan masyarakat pada tanggal dan waktu yang dituduh, ketika diperiksa ke Humas Provinsi Banten, pada saat tanggal tersebut Gubernur sedang tidak ada di Banten. Dan, bukan berada di Tangsel.
“Bahkan kami juga mengecek, lokasi gambar rekaman video yang menyatakan, Penjabat Wali Kota Tangsel mengajak memilih nomor 4 seperti tuduhan nomor 1. Kami meminta video itu di periksa dan diuji ke forensik, karena itu adalah gambar video hasil potongan.
Sebenarnya Eutik (wali kota) mengatakan, ada empat kandidat pada Pilkada Tangsel, Nomor urut 1 Yayat-Norodom, 2 Rodhiyah-Sulaiman, 3 Arsid-Andre Taulany dan 4 Airin-Benyamin. Pas yang keempat ini tidak dihapus atau dipotong, 1,2 da 3 dipotong. Kami meminta jangan main-main dalam menyerahkan bukti, apalagi di sana Airin pun tidak hadir,” terangnya
Rudi menegaskan, pihaknya dan KPUD akan mempidanakan saksi palsu dan segala bentuk rekayasa bukti bila mereka melakukan itu. Karena menurutnya, itu merupakan bentuk kejahatan hukum yang tidak bisa ditolerir. “Saya harap kita jangan main-main dengan hukum,” tegasnya.
Ketua MK Mahfud MD mengatakan, perisdangan akan dilanjutkan pada Selasa (30/11/2010) pukul 11.00 WIB. Sedangkan soal persidangan kemarin, Majelis masih meminta seluruh tuduhan itu dilengkapi dan penegasan. “Memang sudah terjabar (gugatannya) namun, harus disertai saksi-saksi untuk itu, besok hadirkan pada saksi. Tetapi jangan banyak-banyak, cukup saksi yang berkualitas saja. Kalau saksi 1 orang tetapi berkualitas kan bisa mewakili 100 orang,” tutup Mahfud.
Persidangan yang digelar sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin (29/11) tidak dihadiri pasangan nomor urut 3, Arsid-Andre Taulany. Sedangkan nomor urut 1, Yayat hanya sendiri tanpa didampingi Norodom Sukarno. Hanya nomor urut 4 Airin-Benyamin yang lengkap hadir. Sedangkan Anggota dan Ketua KPU Tangsel hadir seluruhnya.
Kamis, 25 November 2010
Saya dan Istri Urut Dada Menyaksikan Kehancuran Konstitusi di Tangerang Selatan 2010: Ikang Fawzi
Jumat 19 November 2010
Pemilukada Tangsel Kental dengan Pelanggaran dan Kecurangan
TANGSEL - Koordinator Lembaga Kajian dan Analisa Daerah Terpadu, Ade Yunus, memprediksi kalau pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan akan berujung seperti yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Proses pemilihan akan diulang karena indikasi pelanggaran maupun kecurangan sangat kentara.
"Berbagai pelanggaran tersebut memiliki persamaan dengan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Pandeglang. Mahkamah Konsitusi menyatakan pilkada di daerah tersebut harus diulang secara keseluruhan," tutur Ade, Kamis (18/11).Pengamat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta itu mengatakan, indikasi pelanggaran maupun kecurangan yang terjadi dalam proses pemilihan di Tangerang Selatan Sabtu lalu dilakukan secara terstruktur, sistemik dan massif. Berdasarkan data yang dihimpun LKADT, berbagai kecurangan tersebut diantaranya berupa penggelembungan suara, pengerahan birokrasi, dan politik uang.
Indikasi penggelembungan suara dilakukan lewat perumusan daftar pemilih tetap. "Surat undangan memilih palsu dibuat agar pemilih palsu hadir di TPS," jelas Ade.
Sedang tim pemenangan pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, pasangan yang Rabu malam lalu ditetapkan sebagai pemenang, Ade menuding, melibatkan birokrasi dalam program kerjanya. "Tiga hal ini (mark up jumlah suara, pengerahan birokrasi dan politik uang) menjadi kekuatan kubu pasangan Arsyid-Andre Taulany untuk memenangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," katanya. (ti/isan)
Sumber: http://www.bantenpost.com/berita.php?berita=BU/BNTP/11/10/1316
Senin, 22 November 2010
Terimakasih Banyak Bro Ragile dari Kompasiana.com: Ikang Fawzi
Judul Asli: "Marissa Haque: tentang Vina Panduwinata dan Pilkada Tangerang Selatan"
OPINI Ragile 19 November 2010 00:37 1633 125
Dok Kompasiana Gathering 2009 by Edy Taslim (dari kanan: Ragile, Marissa Haque, Pepih Nugraha)
Setelah menghilang empat bulan Marissa Haque kembali posting di Kompasiana. Bunyinya sama dengan yang diutarakan kepadaku via Telepon dan SMS selama November sehubungan dengan meledaknya twitter yang menyebut-nyebut perseteruannya dengan Vina Panduwinata. Namun di mata saya Marissa (Icha) lain di alam nyata lain di alam maya. Bahasanya jauh banget bedanya deh. Kenapa Yah, mau tau?
Postingan dia kemarin di sini: Peduli Linkungan Lahir Bathin. Bicara tentang Kompasiana, Pilkada Walikota Tangerang Selatan dan Vina Panduwinata. Nampaknya terburu-buru menulisnya sehingga terkesan loncat-loncat. Semua itu dalam rangka menanggapi postingan Syaifuddin Sayuti Ada Apa Dengan Marissa Haque?
Yang saya tangkap adalah: (1)Icha tidak suka dengan tingkah laku Vina Panduwinata ketika manggung bareng dengan Ikang Fawzi suami Icha, (2)Icha nulis dalam blog pribadi di blogdetik karena gagal menyelesaikan secara pribadi dengan Vina, (3)Icha tidak keberatan dan atau tidak terganggu dengan gaya pakaian orang lain sepanjang tidak mengganggu secara langsung rumah tangganya, (4)Reaksi keras pembaca adalah lebih kepada cara Icha menyampaikan keluhan itu, bukan pada substansi isi keluhan. Ibarat sepakbola Icha suka maen gaya total footbal formasi 4-4-2 ala Belanda atau Kick and Rush gaya Inggris, keduanya attacking style. Selebihnya saya tidak tahu.
Begitu juga tentang Pilkada Tangerang Selatan di mana Icha menyokong calon independent di luar parpol. Saya taunya ada rumor bahwa di sana telah ada semacam hegemoni oleh keluarga tertentu untuk menguasai jabatan strategis. Namum demikian soal politik tidak semudah yang kita baca di atas kertas. Maklum banyak intrik dan akal bulus yang alus-alus. Biarlah rakyat Tangerang Selatan bicara, mereka lebih tau.
Dua kali saya ketemu langsung dan ngobrol bareng dengannya. Sekali di Kopdar Kompasianan pas peluncuran buku Chappy Hakim berjudul Cat Rambut Orang Yahudi di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2009. Dan Di Tangerang pada acara Pemuda Integritas Tangerang Selatan (PITA) pada Juli 2010. Dua kali ketemu langsung dan ngobrol panjang lebar. Yup, jauh banget deh dengan bahasanya di dunia maya. Siapapun sulit untuk tidak mengatakan Icha sangat ramah, gaul, enak diajak bicara apa saja. Dan…. doyan ngobrol, hehehe…
Mudah-mudahan ke depan makin banyak interaksi dengan kompasiner makin bagus jalinan persahatan dan saling pengertian di mana Icha tak sungkan ganti gaya “maen bolanya” misal dengan gaya Samba Brasil yang paling banyak diminati di sini. Kebetulan aku suka film-film Marissa Haque dan juga demen lagu-lagu Vina Panduwinata yang cihuyy banget gaya “stakatonya”.
***
Salam Tuljaenak,
RAGILE 19-nov-2010
OPINI Ragile 19 November 2010 00:37 1633 125
Dok Kompasiana Gathering 2009 by Edy Taslim (dari kanan: Ragile, Marissa Haque, Pepih Nugraha)
Setelah menghilang empat bulan Marissa Haque kembali posting di Kompasiana. Bunyinya sama dengan yang diutarakan kepadaku via Telepon dan SMS selama November sehubungan dengan meledaknya twitter yang menyebut-nyebut perseteruannya dengan Vina Panduwinata. Namun di mata saya Marissa (Icha) lain di alam nyata lain di alam maya. Bahasanya jauh banget bedanya deh. Kenapa Yah, mau tau?
Postingan dia kemarin di sini: Peduli Linkungan Lahir Bathin. Bicara tentang Kompasiana, Pilkada Walikota Tangerang Selatan dan Vina Panduwinata. Nampaknya terburu-buru menulisnya sehingga terkesan loncat-loncat. Semua itu dalam rangka menanggapi postingan Syaifuddin Sayuti Ada Apa Dengan Marissa Haque?
Yang saya tangkap adalah: (1)Icha tidak suka dengan tingkah laku Vina Panduwinata ketika manggung bareng dengan Ikang Fawzi suami Icha, (2)Icha nulis dalam blog pribadi di blogdetik karena gagal menyelesaikan secara pribadi dengan Vina, (3)Icha tidak keberatan dan atau tidak terganggu dengan gaya pakaian orang lain sepanjang tidak mengganggu secara langsung rumah tangganya, (4)Reaksi keras pembaca adalah lebih kepada cara Icha menyampaikan keluhan itu, bukan pada substansi isi keluhan. Ibarat sepakbola Icha suka maen gaya total footbal formasi 4-4-2 ala Belanda atau Kick and Rush gaya Inggris, keduanya attacking style. Selebihnya saya tidak tahu.
Begitu juga tentang Pilkada Tangerang Selatan di mana Icha menyokong calon independent di luar parpol. Saya taunya ada rumor bahwa di sana telah ada semacam hegemoni oleh keluarga tertentu untuk menguasai jabatan strategis. Namum demikian soal politik tidak semudah yang kita baca di atas kertas. Maklum banyak intrik dan akal bulus yang alus-alus. Biarlah rakyat Tangerang Selatan bicara, mereka lebih tau.
Dua kali saya ketemu langsung dan ngobrol bareng dengannya. Sekali di Kopdar Kompasianan pas peluncuran buku Chappy Hakim berjudul Cat Rambut Orang Yahudi di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2009. Dan Di Tangerang pada acara Pemuda Integritas Tangerang Selatan (PITA) pada Juli 2010. Dua kali ketemu langsung dan ngobrol panjang lebar. Yup, jauh banget deh dengan bahasanya di dunia maya. Siapapun sulit untuk tidak mengatakan Icha sangat ramah, gaul, enak diajak bicara apa saja. Dan…. doyan ngobrol, hehehe…
Mudah-mudahan ke depan makin banyak interaksi dengan kompasiner makin bagus jalinan persahatan dan saling pengertian di mana Icha tak sungkan ganti gaya “maen bolanya” misal dengan gaya Samba Brasil yang paling banyak diminati di sini. Kebetulan aku suka film-film Marissa Haque dan juga demen lagu-lagu Vina Panduwinata yang cihuyy banget gaya “stakatonya”.
***
Salam Tuljaenak,
RAGILE 19-nov-2010
Kamis, 22 April 2010
Satu Cinta dari Ikang Fawzi untuk Marissa Haque Istrinya
Biasanya kalau Icha sedang ngambek karena masih saja sering merasa cemburu dengan mantan saya bernama Christine Panjaitan–yang sama sekali sudah tidak ada didalam kepala maupun dihati saya–saya akan putarkan lagu "Cintaku yang Pasti Satu".Dengan sebuah lagu sebagai ‘a tool’ berjudul “Cintaku yang Pasti Satu” tersebut, biasanya tak lama kemudian hatinya akan kembali mencair dan kembali melembut. Lalu biasanya Icha juga akan kembali memberikan senyum termanisnya. Bisanya juga diiringi kata-kata sejuk dengan kemesraan komplit khasnya berbalut bahasa kasih. Dan kemampuan itu setahu saya hanya Icha yang memilikinya. That’s my girl!
Sampai menjadi istri saya selama hampir seperempat abad, cerita kami ternyata masya Allah, masih sama saja. Masih dengan cemburu lama yang sangat basi! Tapi Icha adalah memang perempuan tercantik serta terbaik yang pernah saya miliki.
Mata indah Icha adalah inspirasiku dalam berkarya, tak ada yang mampu menyamai. Terutama tatapan matanya yang sejak dahulu selalu mengguncang hati. Terutama bila Icha sembari membuai dengan tutur-sapa lembutnya. Karenanya dari dulu hingga kini, bila sudah begitu, saya yakini tak akan ada pria yang tidak akan jatuh hati padanya. Tentulah termasuk saya sebagai salah satu pria yang bertekuk lutut dihadapannya. Cintaku pol sama Icha!
Bahkan lagu terbaru yang saya ciptakan berjudul “Marry Me” bersama para ipar dalam BIL (Brother in Law) adalah persembahanku untuk dirinya. Marissa Haque, my Icha, adalah sang gadis bermata indah dalam syair lagu ciptaanku. Tak mungkin itu untuk Christine Panjaitan, yang selama ini selalu saja menjadi bahan pertanyaan Icha yang sangat melelahkan untuk saya jawab! Icha istriku memang sangat rajin dan mahir didalam melakukan banyak penelitian sosial-kemasyarakatan. Termasuk penegakan hukum, dan pendidikan anak cacat, serta lain sebagainya. Sehingga saya selalu merasa tidak nyaman setiap merasa Icha mulai menjalankan semacam in-depth-interview sebagai ‘data primer’ dia. Tentu saya akan merasa deg-degan takut salah jawab pada pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan–baik secara terus terang maupun melingkar. Saya kan suami dia bukan objek penelitian sosialnya! Lagi pula Icha istriku sangat tahu, padanan syair terkait mata indah dalam lagu tersebut terkait dengan bentuk mata indah miliknya, yang tidak sebanding dengan mata milik mantanku.
Bahwa cintaku yang pertama dan terakhir sebenarnya adalah untuk Icha, karena kualitas cinta-kasih kami berdua berada jauh diatas apa yang pernah saya alami bersama Chris!
Kalimat “…’tuk yang pertama dan terakhir” yang seperti ‘itu’ sebagaimana saya maksudkan didalam menciptakan syair lagu “Marry Me,” adalah ‘kebersamaan’ saya yang sangat berkualitas dengan Icha. Bukan dengan perempuan manapun didunia ini!
Bahwa Chris bisa menyanyi yah memanglah, bahwa dulu saya menyintainya karena selain berkulit putih dia juga bersuara merdu, ya iyalah! Tapi itu kan dulu, sebelum saya bertemu Icha! Kalau saja Icha saat itu kuliah di UI dan dia berusia setua Chris, maka tentunya bilamana saya dihadapkan dengan dua pilihan harus memilih diantara Chris dan Icha. Maka terus terang apa adanya… Demi Allah dan demi Rasulullah, saya yakini saya akan jauh lebih tertarik kepada Marissa Haque, karena dia lebih unggul dalam banyak hal dibandingkan Christine Panjaitan mantanku itu. Sumpah! Wallahi…
Saya berharap tulisan ini membuat hati Icha istriku lega. Karena setelah kami bermasalah besar diakibatkan salah satu acara arahan Sys NS dan Ida Arimurti bertajuk “Zona Memori ” (dulu Zona 80). Dimana didalam acara yang on air pada tanggal 7 Februaru 2010 di Metro TV lalu, terdapat pengakuan Rinto Harahap terkait dengan seluruh proses penciptaan lagu-lagunya. Salah satunya adalah pengakuan Bang Rinto langsung, bahwa lagu-lagu yang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi andalannya bernama Christine Panjaitan pada kurun tahun 1983-1989-an terkait dengan pengalaman cinta dan kehidupan dirinya. Yang kemudian mampu dihayati Christine dengan sangat baik sesuai dengan kehampaan jiwa dan kesedihan derita cinta dan Mama-nya (bernama Nurmala Sitompul)!
Sehingga Icha istriku merasa bahwa jawaban Bang Rinto Harahap secara terbata-bata–karena pasca stroke tersebut–adalah jawaban atas riset longitudinal istriku terhadap objek penelitiannya. Siapa objek penelitian Icha? Siapa lagi kalau bukan mantan ‘rival’nya seorang penyanyi melow, yang telah benar-benar menjadi masa lalu saya saat di UI dulu! Sumpah janjiku pada Icha dari dulu hingga kini dan tak berubah, hanya satu… yang pasti satu tak mungkin lagi kubagi… Ah! Icha… Icha… Icha… I Love You full my Love. Hanya satu kamu…
Seharusnyalah lagu “Cintaku yang Pasti Satu “ saya pikir akan membuat banyak perempuan manapun dibelahan bumi ini akan merasa menjadi the one and only. Menjadi spesial begitu…
Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/
Quote: "You’ll become more open minded and learn to treat people with more respect" (Marissa Haque Fawzi)
Ikang Fawzi Menjalankan Amanat Partainya: PAN Lampung Selatan
Kalianda, Warta KotaRocker Ikang Fawzi yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi, semakin serius terjun ke dunia politik. Terutama, setelah maju sebagai calon wakil bupati (cawabup) Lampung Selatan mendampingi Zainuddin Hasan pada pemilihan kepala daerah atau pilkada mendatang.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis (1/4), telah menetapkan pencalonan penyanyi rock era 1980-an yang juga suami artis Marissa Haque itu sebagai cawabup daerah itu. Pelantun Preman Berdasi itu bersama pasangannya mendapatkan nomor urut empat.
Ketua KPU Lampung Selatan Abdul Hafidz di Kalianda, mengatakan dalam undian nomor urut calon hadir seluruh pasangan yang hendak bertarung dalam pilkada 30 Juni mendatang. Pasangan Ikang-Zainuddin diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Zainuddin Hasan merupakan adik Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan.
Berdasarkan undian, nomor urut pertama ditempati pasangan Rycko Menoza-Eki Setyanto yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Rycko Menoza merupakan putra pertama Gubernur Lampung sekarang Sjachroedin Z.P.
Nomor urut dua ditempati pasangan incumbent Wendy Melfa-Antoni Iman yang diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sementara nomor urut tiga adalah duet Andi Warisno-A Ben Bella, nomor urut lima pasangan Taufik Hidayat-Agus Revolusi, nomor urut enam pasangan Fadhil Hakim-Andi Aziz, dan nomor urut terakhir ialah pasangan Kiswoto-Syairul Alim.
Mereka pun mendeklarasikan pilkada damai, bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, menjaga kondisi politik tetap kondusif, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam kampanye.
Selanjutnya, ikut serta dalam melaksanakan rangkaian kegiatan pilkada sesuai dengan tahapan, tata cara dan mekanisme yang diatur dalam undang-undang yang berlaku. Serta, selalu menjunjung tinggi persaudaraan antarsesama dengan mengedepankan rasa solidaritas antarcalon untuk menghindari tindakan undang-undang. (luc/Ant)
Kamis, 18 Maret 2010
Ikang Fawzi Lampung Selatan-Jakarta, Pilkada dan Trans TV TIga Dekade
Hari ini tertanggal 18 Maret 2010, Ikang Fawzi penyanyi rock senior Indonesia masih tampil di Trans TV dalam acara "Tiga Dekade."Masih dimintanya Ikang Fawzi tampil diberbagai televisi menunjukkan eksistensinya didalam dunia musik Indonesia tidak pernanh padam. Padahal baru tadi pagi warga di Lampung Selatan melihat Ikang Fawzi masih mendeklarasikan diri bersama pasangan Pilkadanya Dr. Zainuddin Hasan oleh para pendukungnya dari berbagai kalangan.
Sukses didunia bisnis dan blantika musik Indonesia, membuatbanyak warga di Lampung Selatan berharap Ikang Fawzi kelak juga berhasil didalam Pilkada Lamsel pada tanggal 30 Juni 2010 besok ini. Didukung PAN, PPP, PDK dan sebagian simpatisan Golkar dan DPDIP, pasangan Pilkada Lampung Selatan ini tanpa lelah terus melakukan sosialisasi diseluruh pelosok Lampung Selatan.
Label:
Iakng Fawzi,
Jakarta,
Lampung Selatan,
Tiga Dekade,
TRans TV
Minggu, 21 Februari 2010
Ikang Fawzi sebagai Duta Kebun Raya Indonesia 2010
Keanekaragaman Hayati
(Biodiversitas/Biodiversity) Prinsip kehidupan manusia hanya ada 3 (tiga), yaitu tidak bisa tidak ada: (1) udara;(2) air: dan (3) makanan. Nah, agar mampu bertahan hidup, manusia memerlukan mahluk hidup lain yang jumlahnya sangat banyak, mahluk yang jumlahnya sangat banyak ini dikenal sebagai keanekaragaman hayati/biodiversity/biodiversitas dimana jejaring kehidupan berada didalam siklus rantai makanan yang berkelanjutan. Sementara siklus rantai makanan yang berkelanjutan hanya berada didalam hutan alam tropis/tropical rain forest/sabuk khatulistiwa. Indonesia berada didalam posisi istimewa ini, sebagai terbesar kedua setelah Brazilia yang memiliki hutan Amazon yang terkenal besar dan kaya akan biodiversitas.
Namun, dikarenakan tingginya aktivitas ekonomi terkait dengan pendayagunaan SDALH (sumberdaya alam dan lingkungan hidup), hutan sebagai the mother of land (ibu bumi) semakin tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai paru-paru dunia. Indonesia sebagai terbesar kedua Bank Keanekaragaman Hayati Dunia, wajib melestarikan setiap jenis kekayaan alam kita didalam Kebun-kebun Raya yang insya Allah akan dibangun tersebar dibeberapa wilayah yang mewakili satuan biosphere-nya di Indonesia. Kebun Raya Bogor adalah sebuah Kebun Raya tertua di Indonesia, dimana merupakan cikal-bakal percontohan Kebun-kebun Raya lainnya diseluruh tanah air.
Sampai saat ini, Indonesia telah berhasil memiliki 4 (empat) buah Kebun Raya, yaitu: (1) Kebun Raya Bogor di Jabar; (2) Kebun Raya Bedugul di Bali; dan lain sebagainya. Ungkapan terimakasih yang tak terhingga juga ditujukan kepada seluruh Departemen Teknis terkait, antara lain: (1) Departemen PU/Pekerjaan Umum; (2) Departemen Kehutanan; (3) Departemen Dalam Negeri; (4) Departemen Pendidikan Nasional; (5) Departemen Sosial; (6) Departemen Kelautan dan Perikanan serta Pulau-pulau Kecil; (7) Kementrian LH/Lingkungan Hidup; (8) Kementrian Koperasi dan UKM; (9) Kemenkokesra, dlsb.
Diposkan oleh Ikang Fawzi - UI dan UGM di 22:31
(Biodiversitas/Biodiversity) Prinsip kehidupan manusia hanya ada 3 (tiga), yaitu tidak bisa tidak ada: (1) udara;(2) air: dan (3) makanan. Nah, agar mampu bertahan hidup, manusia memerlukan mahluk hidup lain yang jumlahnya sangat banyak, mahluk yang jumlahnya sangat banyak ini dikenal sebagai keanekaragaman hayati/biodiversity/biodiversitas dimana jejaring kehidupan berada didalam siklus rantai makanan yang berkelanjutan. Sementara siklus rantai makanan yang berkelanjutan hanya berada didalam hutan alam tropis/tropical rain forest/sabuk khatulistiwa. Indonesia berada didalam posisi istimewa ini, sebagai terbesar kedua setelah Brazilia yang memiliki hutan Amazon yang terkenal besar dan kaya akan biodiversitas.
Sampai saat ini, Indonesia telah berhasil memiliki 4 (empat) buah Kebun Raya, yaitu: (1) Kebun Raya Bogor di Jabar; (2) Kebun Raya Bedugul di Bali; dan lain sebagainya. Ungkapan terimakasih yang tak terhingga juga ditujukan kepada seluruh Departemen Teknis terkait, antara lain: (1) Departemen PU/Pekerjaan Umum; (2) Departemen Kehutanan; (3) Departemen Dalam Negeri; (4) Departemen Pendidikan Nasional; (5) Departemen Sosial; (6) Departemen Kelautan dan Perikanan serta Pulau-pulau Kecil; (7) Kementrian LH/Lingkungan Hidup; (8) Kementrian Koperasi dan UKM; (9) Kemenkokesra, dlsb.Atas kepercayaan, koordinasi, kerjasama, dan keikhlasan seluruh stakeholders (seluruh pihak terkait) tanpa terkecuali, yang benar-benar percaya bahwa upaya mendukung keberlanjutan keanekaragaman hayati itu hari ini sangat penting untuk segera diwujudkan pelaksanaannya, saya Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) mengucapkan rasa hormat dan terimakasih yang tiada tara. Karena kita hidup dibumi yang sama, sehingga masa depan bumi adalah masa depan kita bersama—our common future. Selamatkan bumi dengan tangan kita! Ayunkan langkah kanan kita semua, menuju upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan melalui Kebun Raya diseluruh Indonesia.
Diposkan oleh Ikang Fawzi - UI dan UGM di 22:31
Langganan:
Postingan (Atom)
Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982
Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI), 1982

