RBT dari Grup BIL (Brother in Law) : Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"

BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan

Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa (dalam GESANG)

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Wisuda MBA dari FEB UGM, Yogyakarta, on Obsesi, GLOBAL TV

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono
Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Dicintai Warga Banten di Bogor

Dicintai Warga Banten di Bogor
Ikang Fawzi di Bogor untuk Gempa Padang, bersama Wong Banten, 2009

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters
Marissa, Soraya, Shahnaz, Ikang, Ekky, dan Gilang

Senin, 28 Desember 2009

Cerita Marissa Haque Istri Ikang Fawzi terkait Dharma Pongrekun 'Malaikatnya'

POSITIVE DEVIANT DHARMA PONGREKUN


Sumber:


Tidak banyak polisi didunia yang baik, termasuk juga di Indonesia.
Seringkali secara sambil bercanda saya mengatakan kepada beberapa teman polisi yang dekat dihati bahwa yang baik itu hanya patung polisi dan polisi tidur. Polisi tidurpun seringkali membuat susah pengemudi mobil maupun motor.

Hari ini tanggal 26 Desember 2008, saat dimana saya baru mampu berdiri seimbang dan bengkak mata akibat terus menerus menangis mulai sirna serta energi untuk menulis muncul lagi. Sudah lama rasanya saya tidak menangis sesegukan seperti itu, dimana selama dua hari berturut-turut airmata keluar berhamburan bagai tak terbendung. Penyebabnya tak lain adalah karena dua kejadian ‘luar biasa’ menyangkut penegakan hukum di Indonesia yang ingin saya bagi dengan anda semua. Dalam tulisan ini saya akan memulainya dengan kisah AKBP. Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH.

Sore hari sekitar Pk 17.00 pada tanggal 24 Desember 2008 yang baru saja berlalu, menjelang malam misa dimana ummat Kristiani bersiap-siap menjalani Ibadah Misanya dalam keheningan malam. Mas Dharma (AKBP Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH) mendapatkan surat pemecatannya sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat itu rasa berdosa luar biasa langsung menyergap dilubuk-jantung hatiku yang paling dalam. Seorang polisi baik, yang sedang berusaha menjujurkan keadilan ditempatnya bekerja harus mendapatkan penghentian kerja ‘hanya’ karena berusaha membantu jihad Bantenku.

Awal perkenalan dengan Mas Dharma dimulai dengan ketidak sengajaan, ketika saya bersama 14 orang tim lawyer yang baru yang dipimpin oleh Bang Sahara Pangaribuan, SH, mencoba mengendap-endap menjebak Kompol Joko Purwadi, SH, MH diruang kerjanya di Kanit 5, Kamneg 4, Polda Metro Jaya, yang selama 9 bulan sejak pelaporan pertama saya terkait dengan dugaan penggunaan ijazah aspal Ratu Atut Chosiyah, SE pada saat mengikuti Pilkada Banten 2006 tidak pernah terlihat batang hidungnya, tidak ada komunikasi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) tahu-tahu SP3 (Surat Pemberitahuan Pemberhentian Perkara) keluar! Masya Allah… innalillahi wa innailahi rojiuuunnn…. Rupanya lengkingan suara teriakan saya yang sangat keras yang saya tujukan kepada Kompol Joko Purwadi tersebut terdengar disepanjang selasar Reskrimum. Hal itu membuat Mas Dharma melompat dari ruang kerjanya yang sedang secara bersamaan mengurus kasus Marcella Zalianti dan Lia Eden, dan mendatangi saya yang sedang protes sangat keras atas kinerja buruk oknum Polri di Polda Metro Jaya.

Singkat kata, akhirnya Mas Dharma memenuhi permintaan saya agar dilakukan GELAR PERKARA hari itu juga terhadap kebenaran isu SP3 dugaan DELIK PIDANA ijazah aspal (asli tapi palsu) Ratu Atut Chosiyah, SE. Hasil yang ditemukan saat itu juga membuat bulu kuduk saya berdiri. Karena ternyata dugaan kami bahwa Atut menyelesaikan kuliah S1 nya selama 17 bulan, pada gelar perkara pertama pada tanggal 22 Desember 2008 tersebut benar-benar membuka mata saya karena ditemukan bukti lain secara ‘telanjang’ bahwa Atut hanya kuliah 8 bulan belaka! Innalillahi wa innailaihi rojiuuunnn… Delik pidana yang melibatkan Ratut Atut Chosiyah, SE tersebut senyatanya lebih mengerikan dari perkiraan saya dan tim lawyer selama ini.
Hal ini belum termasuk kejahatan abuse of power yang dilakukan Atut sejak awal mengikuti pencalonan kandidat Gubenur Banten 2006. bahwa sesungguhnya Atut adalah seorang CARE TAKER bukan INCUMBENT, karena Atut adalah Plt atau Pelaksana Tugas Sementara. Atut menabrak dengan sangat sadar dan terencana UU 32/2004 jo PP 6/2005 jo PP 17/2005 jo PP 25/2007 jo Kep KPUD Banten 2005 jo Azas-azas Pemerintahan yang Baik, mengatakan SEORANG PENJABAT DILARANG IKUT PILKADA. Sehingga selama 2 tahun masa saya memperjuangan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum atas Pilkada Banten 2006 yang penuh dengan intrik, manipulasi, serta gratifikasi tersebut.

Jasa Mas Dharma didalam langkah perjuanganku soal Banten ini adalah MELAKUKAN GELAR PERKARA HARI ITU JUGA. Sehingga dari sana saya dan tim lawyers melihat dengan mata kepala sendiri, menyaksikan adanya desain konspirasi licik dan terencana didalam mempeti-eskan urusan delik pidana dugaan ijazah aspal (asli tapi palsu) Atut sampai dengan menggulirkan isu SP3 kepada publik melalui konfrensi pers oleh Atut dan O.C. Kaligis pengacara kroni Soeharto disebuah hotel di Jakarta. Kepada seluruh media yang datang dalam konfrensi tersebut Kligis dan atut mengatakan sudah 7 kali upaya Marissa gagal. Hhhmm… memang KEUANGAN ATUT MAHA KUASA. Seluruh gugatan saya melaui sidang Perdata dan TUN ( yang terakhir ini masih saya pending agar tidak perlu buru-buru diputus estela seorang makelar kasus meminta uang sukses pada saya) diberi hasil N.O (Niet Onvanklikverklaard). Sebagai anak bangsa yang patuh azas hukum, pernyataan ini membuat saya tidak habis geleng-geleng kepala. Karena N.O (Niet Onvanklikverklaard) artinya selama saya memperkarakan keabsahan Atut dianggap selalu salah kamar dan salah pintu.
Awal Januari 2009 besok ini saya akan melakukan gugatan sengketa kewenangan Pilkada Banten 2006 ke MK (Mahkamah Konstitusi), karena kejorokan mafia peradilan Indonesia sampai hari ini masih sangat menjadi-jadi. O.C. Kaligis sendiri sebagai pengacara keluarga besar Soeharto pernah beberapa kali kalah didalam menjalankan pembelaannya semisal kegagalan membela Arthalita dan Jaksa Urip terkait dengan kasus pidana gratifikasi BLBI kemarin ini. Jadi sangat mungkin dalam menangani urusan delik pidana Atut ini Kaligis bisa gagal. Insya Allah demikian adanya, semoga…

Ciri-ciri dari kelompok rezim sisa Orde Baru yang selama ini terekam dalam ingatan publik adalah: pembungkaman HAM, pemutarbalikan fakta, penekanan dari kekuatan/kekuasaan militer TNI/POLRI, dominasi praktek mafia peradilan, dll. Dan mengacu kepada apa yang dilakukan kelompok ini pada perjuanganku adalah contoh sebagai berikut:

Didatanginya saya dirumah Bintaro oleh seorang Intel dari Kabag Intelkam Mabes Polri bernama panggilan Mas AKBP Baron (orang Sunda) yang dengan serius meminta saya berhenti didalam perjuangan untuk Banten dengan alasan takut karir Ikang suamiku didalam pencalegan menjadi terganggu.

Laporan saya sebagai masyarakat awam/umum yang memiliki citizen law suit, terkait dugaan penggunaan ijazah aspal (asli tapi palsu) Atut disaat mengikuti Pilkada Banten 2006 yang lalu dilama-lamakan (buying time). Sehingga sang penjahat yang sangat keras diduga melakukan delik pidana tersebut keburu ancang-ancang untuk menyempurnakan kejahatannya. Dan proses berlama-lama ini tidak dilakukan sendirian melainkan konspirasi berjamaah.
Kebenaran materil diabaikan, dan mereka berupaya membuat kesimpulan sendiri dengan mengedepankan argumen eksklusif kroni mereka dengan penguasaan berbagai macam dan bentuk media serta penggiringan opini publik seperti contoh klipin dibawah ini pada sebuah koran lokal di Banten yang diduga sudah ’terbeli’ dengan berbagai macam iklan dari pihak Gubernuran Banten.

Biasanya mereka bersembunyi dibawah “menunggu izin presiden” / FORUM PREVILEGIATUM agar tidak tersentuh jeratan hukum.

Nah didalam kasus Atut, Mas Dharma Pongrekun berjasa luar biasa karena saya jadi tahu bahwa didalam kenyataannya SP3 atut adalah abal-abal alias tidak sah! Karena untuk mengeluarkan sebuah SP3 harus melalui kurang lebihnya antara lain:

1) Memiliki Laplabkrim (laporan Laboratorium Kriminal)
2) Bahan dugaan kejahatan yang dianggap asli maupun palsu minimal ada dalam bentuk photo copy didalam pengarsipannya
3) Telah siap kapanpun juga dengan slight dengan overhead projector dalam penjelasan didalam power points

Dari kesemua hal tersebut diatas tidak ada pada hasil kerja Kompol joko Purwadi, SH, MH sang Kanit 5, Kamneg 4, Polda Metro Jaya. Jadi dengan kata lain bahwa SP3 Atut adalah BODONG! Dan kebodongan tersebut dibuat oleh oknum Polri sendiri di Polda Metro Jaya selama ini. Ibarat istilah jeruk makan jeruk begitu…

Saya tak berkendak mengatakan seluruh anggota Polri nakal dan jahat, sama sekali tidak. Karena diantara sekelompok oknum Polri ‘bergetah’ tersebut dua-tiga orang dari mereka merupaka positive deviant alias yang bekerja sangat baik, cepat, dan benar. Salah satunya adalah AKBP Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH ini.

Besok tertanggal 27 Desember 2008, seharusnya oleh Mas Dharma dan tim Kanit 5, Kamneg 4 Polda Metro Jaya dilakukan GELAR PERKARA KEDUA atas kasus dugaan ijazah palsu Atut. Namun karena Mas Dharma telah dipecat / dimutasi oleh atasannya di Polda Metro Jaya, maka rencana mulia menjujurkan keadilan ini menjadi turut tertunda. Saya mempunyai firasat sangat kuat, bahwa Mas Dharma dipecat / dimutasi oleh atasannya bukan semata karena kasus Marcella Zalianti, tapi karena masalah Atut dan bukti SP3 yang bodong tersebut!
Karena kita semua mahfum bahwa akan ada yang ‘terbakar jenggot’nya di Polda Metro Jaya karena saya dan orang luar lainnya mengetahui kebenaran ‘telanjang’ dari permainan busuk oknum Polri di Polda Metro Jaya terkait dengan laporan dugaan ijazah aspal Atut

Besar harapan saya anda semua pembaca esei saya ini dapat mendoakan langkah perjuangan saya didalam membingkai politik dengan hukum serta menjujurkan keadilan yang senyatanya sangat berat dan tidak pernah sederhana ini.

Juga doa ikhlas untuk saudara kita Mas Dharma Pongrekun agar mendapatkan tempat mutasi yang baik bagi karir kepolisiannya, teman-teman dekat lebih banyak dan lebih berkualitas yang ‘chemistry’ berjuangnya sama seirama dalam menjalankan fungsi optimal POLRI sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat Indonesia.
Allahu Akbar, kita belum merdeka!

Saya Selalu Deg-degan Bila Istriku Marissa Haque Sedang Berjuang untuk Rakyat: Ikang Fawzi


Korupsi Birokrasi



Marissa Haque Perkarakan Kapolda Metro Jaya

Selasa, 12 Agustus 2008 08:18 WIB

BANDUNG, SELASA — Mantan anggota DPR RI asal PDI-P, mantan calon Wakil Gubernur Banten yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan bintang iklan, Marissa Haque, melaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman dan anak buahnya karena pelanggaran disiplin. Melalui saluran telepon kepada kantor berita Antara, Senin (11/8), Marissa mengatakan, laporan bernomor STPL/65/VIII/2008/Yanduan ini dilayangkan karena kinerja kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, memetieskan laporan pidana atas ijazah palsu Gubernur Banten Atut Chosiyah. Pasal yang dijerat pada Kapolda adalah Undang-Undang Polri dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 Pasal 3 huruf b, f, g, Pasal 4 huruf a, b, d, f, h, j, dan Pasal 6 huruf c, j, n, dan p.

"Saya telah melaporkan penggunaan ijazah palsu oleh Atut, penerbitan ijazah palsu oleh Universitas Borobudur, dan pelanggaran pidana oleh seorang oknum polisi yang juga lulusan Universitas Borobudur," ujar Marissa. Namun, tiga kasus tersebut tidak ditindaklanjuti kepolisian sejak dibuatnya laporan Februari 2008. "Kapolda sebagai pimpinan tertinggi seyogianya mengetahui adanya kasus ini berdasarkan laporan anak buahnya, tetapi malah anak buahnya 'ditekan' untuk tidak melanjutkan kasus ini," katanya. Ketika ditanya, apakah pihak kepolisian pernah melakukan penyelidikan atas laporannya, Marissa menjawab, beberapa saksi yang berasal dari pihaknya pernah diperiksa. "Memang benar kasus ini pernah diperiksa hingga ke penyidikan, namun sebagai rakyat saya merasa kasus ini tidak ditindaklanjuti," katanya.

Adanya konspirasi kejahatan birokrasi ini, diungkapkan Marissa, terlihat dari penekanan-penekanan terhadap dirinya. "Saya baru saja didatangi orang Intel Mabes Polri yang menyuruh berhenti dari kasus ini, lho kok bisa ya, memang siapa dia menyuruh saya untuk berhenti menegakkan keadilan," ujarnya. "Bahkan, dua pengacara hukum saya, Jonggi Simorangkir SH dan Ida Rajagukguk SH, diusir karena mempertanyakan kejelasan kasus ijazah palsu ini," tuturnya. Saat ini, Marissa dilaporkan Atut dengan kasus pencemaran nama baik Gubernur Banten tersebut. "Kan aneh, masa subyek yang sama, yaitu ijazah palsu, dilaporkan oleh dua orang," ujarnya.

Menurut Marissa, berdasarkan doktrin hukum, subyek perkara yang sama tidak dapat diperkarakan sebelum adanya kepastian hukum. "Saya melaporkan Atut lebih dulu lalu mengapa sekarang laporan pencemaran nama baik terhadap saya juga ditindaklanjuti," tutur istri penyanyi Ikang Fawzi ini. Namun, Marissa siap jika harus berujung di dalam penjara karena pelaporannya tidak terbukti. "Itu kalau memang laporan Atut bisa berlanjut, tapi secara doktrin hukum jelas tidak akan berlanjut," ujarnya. Laporan pelanggaran disiplin ini tidak hanya dilayangkan pada Kapolda Metro Jaya, tetapi juga kepada Kanit 1 Kompol Kasworo SH MH, dan Kanit 5 Kompol Joko Purwadi SH MH yang menerima laporan pidana kasus ijazah palsu Gubernur Jabar Ratu Atut Chosiyah.

Marissa Haque bersama Zulkieflimansyah bertarung dengan Atut Chosiyah saat Pemilu Gubernur Banten 2006. Atut yang merupakan caretaker Gubernur Banten akhirnya terpilih menjadi Gubernur Banten.

Sumber : Antara

POLRI
http://www.youtube.com/watch?v=EUU0xX7Sp8chttp://www.kompas.com/read/xml/2008/08/12/08184487/marissa.haque.perkarakan.kapolda.metro.jaya

Teman Baikku Ustad Yusuf Mansur dari PKS: Ikang Fawzi




Yusuf Mansur Network: Ikang Fawzi Bertekad Sedekah

Ikang Fawzi Bertekad Sedekah

Wednesday, December 16, 2009 at 11:04pm

Urusan sedekah adalah urusan hati & keikhlasan setiap umat di dunia ini. Ada yang merasa bahwa setiap harta/uang yang dia terima adalah milik sekaligus hak pribadinya & tidak untuk siapa-siapa apalagi untuk dibagi-bagikan. Audzubillahmindzalik.., namun ada banyak juga berpendapat bahwa setiap harta/uang yang diterimanya adalah titipan Allah semata & wajib disedekahkan kepada yang berhak.

Bagi hamba Allah yang merasa bahwa semua harta serta kedudukan adalah titipan, dengan jiwa yang besar & hati yang tulus ikhlas akan mengeluarkan kewajibannya, walaupun apa yang dia cintai dia korbankan, walaupun dalam keadaan tak punya apapun & terbelit kemiskian, akan tetap rela memberikanya demi mendapat Ridlo Allah SWT.Aku masih dalam taraf belajar tentang keimanan apalagi soal sedekah, aku hanya ingin berbagi cerita betapa Keajaiban Sedekah itu benar-benar ADA & Allah sungguh Maha Kaya & Pemurah.Minggu siang, tak seperti biasa aku menyalakan TV, ketemulah salah satu TV Swasta yang menayangkan Acara Keajaiban Sedekah, Tausyiah dibawakan oleh Ust. Yusuf Mansur dengan gaya bahasa sederhana, mudah dipahami, dibumbuhi bahasa gaul ala betawi, mudah dicerna, enak didengar & langsung masuk & mengena direlung hati yang dalam.Kebetulan ada 2 Nara sumber yang dihadirkan dalam Acara tsb. mengupas betapa Keajaiban Sedekah itu telah merubah hidupnya mengalami kesulitan & dengan bersedekah Allah telah menggangkat semua kesulitan yang dialaminya dalam waktu yang "takjub" bahkan Allah melipat gandakan bakhan berlipat-lipat dari sedekah yang dikeluarkan. Sosok Bapak muda, Bpk. Drs. Mulyadi, MM, secara ikhlas & penuh haru menceritakan bahwa saat itu beliau terlilit hutang bermilyar-milyar, bahkan semua harta & rumah yang beliau miliki serta rumah ibunya akan disita oleh pihak bank, belum lagi hutang-hutang & piutang yang macet.


Jum’at sepulang mendengarkan "vonis eksekusi" penentuan tanggal penyitaan rumah dari bank, beliau begitu kalut, mobil BMW nya tersita, beliau praktis naik bus way yang dalam hidupnya belum pernah merasakan naik bus way. Sehingga kalutnya akhirnya beliau memutuskan turun & mampir ke Masjid Al-Azhar untuk berikhtikaf & secara kebetulan saat itu sedang ada Tausyiah dari Ust. Yusuf Mansur mengulas tentang Keajaiban Sedekah. Beliau masih belum percaya ada keajaiban sedekah, tapi beliau penasaran ingin mengikuti tausyiah tsb. Ketika Ust. Yusuf Mansur menghimbau jamaah untuk mensedekahkan apa yang dimiliki jamaah saat hadir di masjid tsb. (apa saja untuk disumbangkan dengan hati ikhlas, Insya Allah, Allah akan mengangkat segala kesulitan kita).Satu-satunya harta yang beliau miliki saat hadir, hanya jam tangan kesayangannya, jam tangan yang beliau impikan untuk dimiliki sejak kecil. Jam Bulgary seharga US$ 300.00 dengan ikhlas & maja terpejam beliau letakkan disurban yang telah disedikan oleh Ust. Yusuf Mansur bagi para jamaah yang hadir untuk menyumbangkan apa saja yang dibawa saat itu. "Kriiinggg..", telpon genggam Pak Mulyadi berdering tak berapa lama setelah menyumbangkan jam tangan idamannya. Beliau masih belum percaya adanya keajaiban sedekah walaupun rekanannya yang menelpon mengabarkan bahwa proposal proyeknya telah disetujui. Beliau masih didalam masjid & masih belum yakin akan keajaiban tsb. Sabtu, Minggu dilaluinya & rekanannya telah mengabarkan bahwa nilai proposal proyeknya seharga 3 Milyar telah disetujui tapi tetap belum yakin. "Hari Eksekusi" pun tiba, Senin. Petugas bank yang beliau tunggu-tunggu ternyata belum datang juga. Dengan hati galau beliau menerima telp petugas bank yang mengabarkan bahwa penyitaan dibatalkan karena petugas bank mendengar bahwa proyek beliau disetujui.

Subhanallah…"Betapa hati saya sungguh terharu, ketika saya ke ATM, & terlihat direkening bank saya telah masuk uang sebesar Rp. 3.000.000.000,-," begitu ucapan Pak Mulyadi dengan suara agak parau terharu bahagia agak berkaca-kaca membagikan sharing Keajaiban Sedekah dihadapan Jamaah di salah satu Masjid Tanah Abang Blok A & juga dihadapan para pemirsa televise siang itu. Subhanallah..Allahu Akbar… Sekian persen dari nilai tsb. telah disumbangkan ke Dewan Masjid Al-Azhar. Saya tertegun, terharu, merinding mendengar sharing beliau yang menurut Pak Ust. Yusuf Mansur, bhw. Beliau adalah Ketua Dewan Masjid DKI (cmiiw), jaditinggal menunggu jebolnya pipa pahala tsb. untuk terus mengalir. Ada banyak saksi hidup yang mengalami kejaiban sedekah tsb., salah satunya adalah artis penyanyi Ikang Fauzi yang kebetulan juga menjadi nara sumbernya. Betapa Bung Ikang yang tadinya merasa bahwa buat apa bersedekah sudah capek-capek mencari uang, itukhan hak saya, saya tabung. Namun setelah mendengar salah satu ceramah ttg. Sedekah beliau mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bung Ikang merasa, walaupun tetap menabung dibank tapi hidupnya tetap tidak berubah tanpa bersedekah. Menabunglah untuk akherat & duniamu melalui sedekah.

By: Purnomo Hadi

Jumat, 25 Desember 2009

Iklan BKKBN Jawa Timur dengan Keluarga Ikang Fawzi


Istriku Marissa Haque bersama Ibu Menteri Dalam Negeri RI, Ibu Gamawan Fauzi bersosialisasi di TV One soal Family Planning (Keluarga Berencana/KB).
Atas jasa/relasi baik Icha istriku dengan seluruh stakeholders BKKBN, kami sekeluarga mendapat kesempatan untuk tampil sebagai IKON baru BKKBN ditanah kelahiran Ibu mertuaku R Ay. Mieke Soeharijah yaitu Jawa Timur. Alhamdulillah, minggu lalu sudah ditayangkan di seluruh stasiun lokal Jatim. Dan atas diberikannya kepada kami kepercayaan dari tim BKKBN Jatim untuk menjadi IKON peduli Keluarga Berencana ini memicu semangat kami untuk lebih baik didalam bekerja dan tidak berhitung soal waktu dan energi yang telah dan akan kami keluarkan. Karena bagi kami apa yang kami sekeluarga lakukan saat ini adalah investasi kebaikan bagi sustainable development Indonesia kita tercinta.

Our common goal, yaitu Indonesia's future value! Insya Allah demikian adanya.

Tag line Iklan BKKBN Jawa Timur dengan Keluarga Ikang Fawzi: "2 anak cukup lelaki atau perempuan sama saja."

Minggu, 20 Desember 2009

Ledekan Sandro Tobing: Cinta Lama Christine Panjaitan & Ikang Fawzi Bersemi Kembali (CLBK) di Metro TV Feb 2009




15 Feb 2009


Dear all,
Dengan sakit kepala migrain yang masih tersisa, gue paksain datang ke acara ngumpulnya boedoet7 88 di Zona 80 Metro TV. Janji harus ditepati bukan ? lagipula pagi2 disaat stress nungguin anak gue yang lagi test mau masuk SD, dan gak mau gue tinggal sendiri, Bos Deri nelepon gue dengan nada suara yang juga stress, konfirmasi ulang kedatangan gue. Duh, Deri, mana mungkin gue tega bilang nggak ?

Tapi, gue bener2 nggak nyesel untuk hadir semalam, disela2 nunggu 2 jam sebelum shooting, waktu jadi gak kerasa karena isinya cuma ketawa melulu denger celotehannya sahabat2 gue ini, ada Bos Mughi, bos Deri, Erwin, Feri, Werdi, Ammur, Ndang yang ternyata rame banget, Toto, Zaidan yang lucu dan ngocol banget, dan sicantik2 selingkuhannya Werdi dan Toto, gak ketinggalan selingkuhan gue yang nyatu banget dan ngerasa lebih boedoet dari gue. Duh, 13 orang aja udah rame banget, gimana kalau yang datang lebih rame lagi ? Tempat duduk kita yang deketan sama tempat ngumpulnya para artis, bikin Deri gak tahan pengen bergabung ama artis2 itu

Tau nggak friends, migrain gue jadi gak terasa, karena sewaktu acara shooting selama 2 jam lebih, yang akan menjadi 2 episode, yang satu untuk “behind the scene-nya Zona 80″ yang akan tayang tanggal 22 februari 09, minggu jam 22.05 (Jangan lupa ya untuk nonton !) dan episode satunya lagi, diacara spesial ulang tahun pertamanya Zona 80 (yang ini gue gak tau kapan tayangnya), isinya cuma ketawa terus, denger Sys NS yang ngefans banget ama boedoet88 yang gak pernah berhenti nyeletuk. Pokoknya rame banget deh!

10 artis itu juga ikutan ngefans sama boedoet88 dan bela2in salaman ama genk ngocol ini. Ada Ari wibowo (madu & racun), Jopie latul, Fariz RM, Ikang Fauzi, Odie Mesakh dan Obbie Agam (hehe… yang selalu sengaja tukeran nama), Christine Tailor (nama lainnya Christine Panjaitan, kata Sys NS), Nia Daniati, JuliusSitanggang, Sandro Tobing yang seneng banget ngeledekin Ikang dan Christine yang dulu pernah terlibat CL, tapi gak jadi CLBK kok. Asyik dan seru banget !!

Diakhir acara, ketika semua orang rebutan untuk foto2 dengan para artis, 10 laskar boedoet88 malah asyik foto2an sendiri. Gue rasa, kalau gak buru2 pulang karena kelaparan, dan mau nyari nasi uduk (gak tau masih kebagian cekernya atau cuma disuruh bantuin nyuci piring, karena udah larut banget), pasti para artis itu yang akan rebutan foto ama boedoet88, !!

Malam yang indah ini, gak bisa gue ikutin sampai akhir, karena begitu acara selesai, migrain gue kumat lagi, tambah parah, karena 5 jam total gak keisi makanan, tapi kebanyakan udara yang masuk, akibat intoksikasi boedoet88, ketawa mulu !Jadi gue berpisah dengan rombongan (maaf banget ya friends ).Dimobil, gue muntah2 karena migrainnya sakit banget, tapi gak ada yang keluar, cuma angin isinya. Akhirnya cari2 apotik dulu untuk beli neuralgin, setelah itu my hubby, beliin gue mie godoknya Jogja yang hangat2 (nyari soto udah pada tutup semua) , dan segelas air jahe panas, yang alhamdulillah meredakan rasa sakit.

Pokoknya, nyesel banget deh yang gak ikutan acara ngumpulnya boedoet88 di zona 80 Metro TV semalam !!!Seru, indah, ngocol, gak ada yang lebih indah dari persahabatannya boedoet7_88 !!Makasih banget ya sahabat2 gue yang bikin 14 februari gue ditahun 2009 ini jadi indah banget !!

Salam, Bote

Rekaman Iluni UI 2008 Lalu: Ikang & Christine Bertemu Sepanggung


Sumber: ttp://shaphira.multiply.com/journal/item/274/HOME_COMING_DAY_UI_-_2008_day_2_-_27_juli_2008

Kecapean malam minggu, kami bangun pagi agak kesiangan. Tidak sesuai rencana. Maklumlah, usia yang sudah lebih dari 1/2 abad memang tidak bisa dibohongi. Usai mandi, shalat subuh dan sarapan pagi aku dan suami berangkat ke Depok. Suami sudah janjian dengan rekan-rekan bikers nya untuk ikut acara tour d'UI sekaligus peresmian biker's track di kawasan kampus UI Depok, sepanjang 10 km yang sudah selesai dari rencana 20 km.

Aku sendiri hanya bermaksud mengantar saja. Hari minggu adalah jadwal ke pasar tradisional di Pondok Labu. Kasihan, nanti para langganan menunggu dan kecewa karena barang yang biasanya sudah disisihkan untukku, nggak laku lagi. Kampus UI Depok sekitar jam 07.30 pada hari minggu terlihat lebih lengang.

Keramaian justru terlihat di arah sebaliknya. Masyarakat yang kecewa karena tidak diperbolehkan masuk kampus, berkumpul di situ, dekat tulisan UI. Biasanya, hari minggu, kampus yang konon memiliki ruang hijau terbuka yang paling luas setelah kebun raya Bogor, dipadati penduduk Depok dan sekitar yang berolah raga, lengkap dengan para penjual makanan dan segala macam kebutuhan. Seperti yang terjadi di Gelora Bung Karno Senayan. Minggu ini, demi HCD 2008, akses ke kampus hanya dibuka untuk alumni UI saja. Kami menuju ke arah rektorat dan menurunkan suami dengan sepedanya di depan gedung Pusat Administrasi Universitas - PAU.

Lapangan tepi danau tempat The Professor's Band manggung semalam, sudah sepi. Peserta HCD 2008, semuanya berkumpul di panggung utama yang konon katanya disponsori oleh TransTV (Chairul Tanjung yang alumni FKG). Di tengah lapangan Marching Band Madah Bahana sedang beraksi. Setelah itu mulailah panggung hiburan yang diisi oleh artis-artis alumni UI dan dibuka oleh Tere, lalu ada Ikang Fawzi sang rocker yang suaranya masih ok, Christine Panjaitan, Tika Bisono, Louise Hutauruk. Rencananya akan tampil juga Andien, Rossa, Chaseiro, Orkes PSP alias Pancaran Sinar Petromak Acara dipandu oleh Kepra, Maudy Kusnaedi...

Kabar dari Iluni (Ikatan Alumni Universitas Indonesia) 2008 Lalu

Homecoming Day 2008 - Reuni Akbar UI

Ditulis oleh Sekretariat

ANAK UI HEBOH LAGI!
BANGKIT DAN BERSATU MEMBANGUN NEGERI.
Hari Pertama: Sabtu, 26 Juli 2008, 10:00-22:00

-PEMUTARAN FILM DOKUMENTER
-PAMERAN FOTO "UI MASA LALU & MASA KINI"
-TALK SHOW ?KRISIS ENERGI DIDEPAN MATA"
-ALUMNI GAMES
-PESTA TAMAN MALAM PENYAMBUTAN ALUMNI (Welcome Dinner).
Hari Kedua: Minggu, 27 Juli 2008, 07:00 -16:00

-ALUMNI FUN BIKE CAMPUS TOUR sekaligus PERESMIAN "UI
-CAMPUS BICYCLE TRACK"
-ALUMNI FOR THE NATION

PANGGUNG KENANGAN (direkam oleh Trans TV), menampilkan Tika Bisono, Christine Pandjaitan, Ikang Fawzi, Tere, Rossa, Nugie, Andien.

Pada hari kedua itu, hampir seribu orang alumni berkumpul di lapangan rotunda dan membentuk konfigurasi makara pada pukul 14:00 WIB. Yang tidak kalah seru, sepanjang dua hari itu digelar BAZAAR PASAR KAMPUS "JUALAN JAJANAN ZAMAN KULIAH & MERCHANDISE UI"
Sekretariat ILUNI UI telah membuka stand di lokasi pusat acara di pelataran Balairung. Selama dua hari itu, seolah-olah sekretariat yang sehari-harinya berkantor di Salemba Raya No.4 pun pindah ke sana. Beberapa set kursi tamu dan meja, lengkap dengan minuman kemasan gratis, disediakan bagi para pengunjung. Pengunjung juga bisa mendapatkan informasi tentang kegiatan-kegiatan ILUNI UI melalui beberapa display foto.

Kami membagi-bagikan cutting sticker bertuliskan nama website ini dan brosur Yayasan Bakti ILUNI UI. Selain itu, dipajang juga sebuah sepeda contoh dari Pokja SUS yang telah langsung dibagikan sebanyak 18 buah bagi murid-murid SDN Ciangsana, Bogor, di hari terakhir HCD.
Banyak alumni yang mampir, menanyakan persyaratan mendaftar menjadi anggota. Sebenarnya, menurut Anggaran Dasar ILUNI UI, BAB III Pasal 8, menyebutkan bahwa:

1. Keanggotaan ILUNI UI terdiri atas:a. Anggota Biasab. Anggota Luar Biasac. Anggota Kehormatan
Anggota Biasa adalah setiap lulusan Program Pendidikan Gelar Sarjana Muda, Sarjana, Magister, Spesialis, Doktor dan Program Diploma Tiga di Lingkungan Universitas Indonesia dan Fakultas pendahulunya.

Anggota Luar Biasa adalah:a. Setiap orang yang pernah menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia minimal 2 (dua) semester berturut-turut tetapi tidak selesai.b. Setiap peserta kursus atau latihan di Universitas Indonesia yang lamanya minimal 1 (satu) tahun berturut-turut.c. Setiap staf pengajar yang tidak termasuk anggota biasa yang mengajar di Universitas Indonesia minimal 1 (satu) tahun berturut-turut.
Anggota Kehormatan adalah:a. Setiap orang yang memperolah gelar Profesor dan Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia tetapi bukan lulusan program pendidikan di lingkungan Universitas Indonesia.b. Mereka yang dianggap telah berjasa pada Universitas Indonesia.

Jadi, tidak ada proses pendaftaran karena sifat keanggotaanya adalah pasif. Namun memang sebaiknya dalam kegiatan-kegiatan pameran seperti HCD ini, Sekretariat ILUNI UI menyiapkan juga formulir pendataan anggota (bukan formulir pendaftaran anggota).
Kami akan selalu berusaha bekerja lebih baik lagi, untuk meningkatkan konsolidasi internal di kalangan para alumni UI sesuai dengan amanat MUNAS V ILUNI UI - 2007.

Salam Makara,Tim Sekretariat ILUNI UI

Jumat, 18 Desember 2009

Music Odyssey, Mewah Dibalut Kesederhanaan: Addie MS Sahabat Ikang Fawzi Sejak SMA 3

Music Odyssey, Mewah Dibalut Kesederhanaan (dalam Ikang Fawzi)

Senin, 30 November 2009 - 14:47 wib

Addie MS (Foto:Eko Purwanto/Koran SI)

JAKARTA - Konser Twilite Orchestra (TO) yang dikomandoi Addie MS di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta, Minggu (29/11/2009) malam, tidak semewah yang dibayangkan sebelumnya. Kombinasi warna hitam putih mendominasi konser besar yang bertemakan Music Odyssey mengenang perjalanan 30 tahun TO. Penataan panggung di sisi kiri dan kanan masing-masing terdapat tiga pancang menara berbentuk gading gajah, saling menjulang melengkung terkesan memayungi tim TO. Juga ditampilkan background layar monitor berbentuk oval guna membantu penonton melihat lebih jelas saat Addie MS beraksi.

Turut disematkan juga dua monitor berukuran besar di samping kiri dan kanan untuk mengarahkan ke setiap sudut penonton. Awalan pembuka konser pun biasa saja. Tampilan sosok David Foster untuk mengenang TO pernah berkolaborasi dengannya, langsung disambut Addie MS dengan setelan putih-putih memberikan aba-aba kepada anak sulungnya Kevin Aprillio memainkan karya David Foster berjudul Winter Games."Lagu ini untuk sedikit mengenang tahun 1992, David Foster pernah bermain dengan Saya," tutur Addie mengawali. Lagu kedua dilanjutkan oleh Vidi Aldiano dengan Nuansa Bening. Itu untuk mengenang saat-saat Addie pernah bekerja sama dengan Keenan Nasution menggarap lagu ini.

Lagu ketiga, Addie turut mendendangkan lagu yang pernah dibesutnya bersama Band Staff di tahun 80-an berjudul "Iblis." Ikang Fawzi didampuk oleh Addie meyanyikan lagu ini dengan suara seraknya memberi aksen ngerock diduetkan dengan Vina Panduwinata yang mengenakan busana hijau mencolok. Sebuah perpaduan cukup harmonis walau sebetulnya mereka berbeda genre musik.

Lagu berikutnya, Vina tampil solo membawakan lagu September Ceria. Suara merdu Vina pastinya membuat semua penonton tanpa memandang generasi suka lagu ini.Setelah Vina, tampil istri Addie yakni Memes dengan gaun merah menyala tampak kontras dengan hitam putihnya suasana panggung. Dia melantunkan Aku Cinta Padamu yang dipopulerkan oleh Itang Yunaz.

Kemudian ada Bunga Citra Lestari melantunkan Aku Tak Mau Sendiri. Irama musik yang mendayu-dayu, lalu Addie mengalihkan ke repertoar klasik berjudul Aljerau.Beat musik yang agak rumit dengan menonjolkan permainan piano Addie disambut Utha Likumahua. Terdengar mereka tampak bersahut-sahutan, dan akhirnya bisa tampil sempurna.

Lagu berikutnya masih menggaungkan suasana klasik, bersama anak kedua Addie MS, Tristan Juliano, memainkan The Flight of the Bumble Bee yang pernah dimainkan oleh pianis asal Kroasia Maksim Mrvica. Dentingan piano yang amat rumit bisa terdengar menawan. Beberapa lagu yang diaransemen, lalu diubah dengan musik orkestra seperti My Heart yang dipopulerkan Acha Septriasa, Bintang di Surga milik Peterpan, Terbaik Untukmu didendangkan oleh Samsons, dan juga Dealova karya Opick yang dengan syahdu dinyanyikan Once hingga mendapatkan penghargaan di Asia turut dibawakan oleh TO.Kesederhanaan, itulah yang bisa digambarkan pada sosok Addie MS dan Rita sebagai organizer, juga Rama Artistic Director.

Mereka mampu menerjemahkan karakter Addie MS dalam konsep panggung yang penuh kesederhanaan, namun mewah dalam bermusik.Para penyanyi yang ditampilkan pun bukan penyanyi kacangan. Sebut saja, Rossa, Bunga Citra Lestari, Afgan dan Vidi Aldiano mewakili generasi muda. Sementara, Vina Panduwinata, Utha Likumahua, Ikang Fawzi, dan Elfa's Singer mewakili generasi 80-an.Dari konser, ada filosofi yang bisa dipetik. Kita seperti terbawa arus konsep musikal seorang Addie MS di mana kita harus menerjemahkan kembali posisi hidup kita.

Di sela penampilannya Addie berujar, "Di Twilite Orchestra ini ada seksi biola, terompet, dan lain-lain. Sebetulnya bisa chaos (kacau), namun chaos itu bisa kita satukan menjadi kekuatan musik yang harmonis. Saya jadi ingat tahun 1998, sepertinya ada yang salah dengan pendidikan seni kita. Seni seperti dimusuhi," tutur Addie yang disambut tepuk tangan penonton.(ang)

Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2009/11/30/205/280313/music-odyssey-mewah-dibalut-kesederhanaan

PEWTEN Banten & Seni: Ikang Fawzi di Ajak Jend. Adang Dorodjatun (Mantan Wakapolri)

'Kala Murka Lantak'


LOLONGSERAN SELEBRITIS

Untuk kembali melestarikan dan menguatkan seni budaya Sunda, pada hari Minggu (27/4) malam, bertempat di Auditorium TVRI, dihelat pagelaran 'Lolongseran Selebritis' dengan lakon 'Kala Murka Lantak'. Pagelaran ini disutradarai Sis Triadji dengan penata musik Dwiki Dharmawan, dengan pemain para selebritis asal ranah parahiyangan, antara lain Dede Yusuf, Inggrid Kansil, Yana Julio, Denny Chandra, Dedi Gumelar (Miing Bagito), Virnie Ismail, Ika Eviolina, Happy Salma, Ikang Fawzi, Hana Wijaya dan tak ketinggalan mantan calon gubernur DKI, Adang Dorodjatun. (3@)

Senin, 14 Desember 2009

Ikang Fawzi dalam 'Phantom of the Opera'-nya Addie MS


Sumber: http://dewipuspasari.files.wordpress.com/2009/11/phantom.jpg

Memperingati 30 tahun perjalanan kariernya Addie MS menyuguhkan penampilan yang spektakuler. Suguhan orkestra berharmonisasi dengan kemerduan vocal dari para penyanyi bertalenta. Sungguh suatu konser penghujung tahun yang sayang untuk dilewatkan.

Acara yang digelar 29 November 2009 di Plennary Hall ini ibarat album dokumentasi kesuksesan Addie MS sebagai pianis, musisi, arranger dan konduktor orkestra yang namanya melejit senusantara, Twilight Orchestra. Diawali dengan narasi oleh Nicholas Saputra disusul dengan penampilan Kevin, putra Addie, di salah satu karya David Foster.

Ternyata karier musik Addie berawal dari musik pop. Mulai dari mengaransemen “Nuansa Biru” Keenan Nasution yang dibawakan secara apik oleh Vidi Aldiano, pianis di Band Staff yang dimotori Ikang Fawzi hingga menciptakan lagu-lagu Vina Panduwinata yang melegenda.


‘’Banyak sekali karya-karya Aldi yang dinyanyikan ulang. Ada sekitar 12 lagu,’’ tutur Vina dengan gayanya yang khas sebelum menyuguhkan lagu yang melambungkan dirinya “September Ceria”. Lalu berturut-turut Afghan dan Memes membawakan karya Addie yang dipopulerkan si Burung Camar itu.

Addie bukan hanya jenius menciptakan lagu ber-genre pop. Sudah berkali-kali ia didaulat menggarap original soundtrack seperti Cinta Pertama, Dealova dan Heart, juga theme song iklan dan mengaransemen lagu-lagu nasional.

Medley lagu-lagu soundtrack yang dibawakan secara instrumentalia ini mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Applaus juga mengiringi ketika Addie mengenalkan putra keduanya, Tristan yang baru berusia 12 tahun. Remaja pria ini dengan lincahnya memainkan jemarinya di atas grand piano membawakan nomor “Flight of The Bumble Bee”. Tak kalah cantiknya nomor The Phantom of The Opera yang dilejitkan Sarah Brightman. Duo soprano dan tenor asal Australia ini mendapat tepuk tangan bergemuruh dan decak kagum dari para penonton.

Jumat, 11 Desember 2009

Kenangan Pemilihan Gubernur Banten 2006, kesetiaan Ikang Fawzi Mendampingi Marissa Haque Istrinya


Pemilihan Gubernur Banten

Ikang Kayuh Becak, Antar Marissa Daftar ke KPUD

Serang, 4 September 2006 00:16Ikang Fawzi, dengan wajah gembira mengayuh becak menyusuri jalan Jenderal Sudirman menuju kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banten di Serang, Minggu, dengan tujuan untuk mendaftarkan istrinya, Marissa Haque, sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (Balon Wagub) Banten, di Serang, Minggu (4/8).

Dibawah terik matahari siang hari itu, dengan bercucuran keringat, suami mantan artis Marissa Haque ini terus mengayuh becaknya, seraya melambaikan tangan kepada warga yang berdiri disepanjang jalan sampai ke KPUD Banten di Jalan Trip Jamaksari, Cinanggung, Serang."Lumayan olah raga siang-siang," kata Ikang kepada warga yang menyapanya.

Sementara itu, Marissa Haqque, Balon Wagub Banten tersebut, hanya asik duduk di becak yang dikayuh suaminya seraya melemparkan senyum dan melambaikan tangan kepada ribuan warga yang berjejer di sepanjang jalan. Begitu juga Zulkiefliemansyah Balongub yang juga pasangannya pada Pilgub Banten, sama-sama menaiki becak.Kedatangan iring-iringan pasangan Balongub dan Balon Wagub yang diusung PKS dan PSI untuk daftar ke KPUD Banten , sempat menyita perhatian ribuan warga Serang di sepanjang jalan tersebut. Karena kedatangan mereka ke KPUD Banten untuk mendaftar calon, diarak ribuan massa PKS dan PSI Banten."Saya baru pertama kali melihat Ikang Fawzi dan Marissa, biasanya hanya melihat di televisi saja," kata Sumarni, salah seorang warga.

Pasangan Zulkiefliemansyah dan Marissa Haqque, sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS dan PSI pada pilgub Banten, merupakan pasangan yang pertama mendaftarkan diri ke KPUD Banten. "Pada hari kedua pembukaan pendaftaran, pasangan ini merupakan yang pertama mendaftarkan diri ke KPUD Banten, mungkin yang lainnya nanti menyusul," kata Didi Hidayat Laksana, Ketua KPUD Banten. [EL, Ant]

Sabtu, 28 November 2009

Kliping Chikita Bungsuku Soal Acaraku Bersama Departemen PU di Kebun Raya Bali: Ikang Fawzi

Sumber: http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

Alhamdulillah senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi Ayahku tercinta ku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa 'segudang' cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra. Terimakasih Ya Allah... atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami sekeluarga dirumah pada Ramadhan suci tahun ini... hingga kami mampu berlebaran diakhir bulan ini...

Berikut ini berita Ayahku di Kompas Cyber dengan alamat sebagai berikut:http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik
Sabtu, 18 Juli 2009 03:20 WIB

Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama. Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama.

”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Jumat, 27 November 2009

Insya Allah Perusahaanku Akan IPO: Ikang Fawzi


21 Juni 2009

Jakarta - JSA Grup, perusahaan properti milik penyanyi rock terkenal alumni FISIP-UI jurusan Administrasi Niaga yang sekarang adalah mahasiswa pasca sarjana Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, Yogyakarta jurusan Strategic Business Ikang Fawzi akan meng-IPO alias mencatatkan perusahaannya menjadi sebuah perusahaan terbuka.
“Kita sudah dalam pembicaraan, baik internal maupun ke BEI. Namun, untuk IPO kan ada standarisasinya, jadi kita sedang mempersiapkan. Mungkin masih 2-3 tahun lagi, kecuali ada terobosan sehingga bisa dalam satu tahun ini,” ujar Ikang, disela-sela acara “Selebriti dan Investasi” di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Selasa (12/2/2008).
JSA Grup merupakan perusahaan properti yang mengembangkan beberapa perumahan di wilayah sekitar Jakarta. “Di Bogor kita punya 3, yaitu Griya Cendikia, Griya Asri, dan Griya Narama. Di Bekasi kita punya Telaga Pasir Raya. dan ada beberapa lainnya,” papar Ikang. Sementara di tahun 2008, JSA Grup berencana membangun rumah susun sederhana (rusuna) di Marunda, Jakarta Utara. “Rencana kita di 2008 membangun rusuna di Marunda untuk orang-orang yang tergusur. Kita kerjasama dengan Pemda setempat,” ujar Ikang. Untuk pembiayaan, JSA Grup berencana melakukan pinjaman ke beberapa bank. “Kita selalu melakukan pinjaman berupa kredit konstruksi pada beberapa bank, antara lain: Bank Niaga, BTN dan Bank Mandiri,” kata Ikang. (dro/qom)

Nahkoda Kapal Keluarga: Ikang Fawzi dalam Berita Kota (8 November 2009)

Ikang Fawzi
Minggu, 08 November 2009 02:02

Sempat Ditolak Calon Mertua

NAMA Ikang Fawzi di ranah industri musik Indonesia memang tak setenar dulu. Selain termakan usia, pelantun tembang ‘Preman’ ini rupanya punya kesibukan lain di bidang properti. Kendati dia mengaku tak sepenuhnya meninggalkan dunia yang telah memberinya ‘kehidupan’. Meski kini sibuk menjalankan bisnis properti, Ikang tetap menunaikan kewajiban sebagai seorang suami dan ayah yang baik.

Berikut petikan obrolan wartawan Berita Kota Hesti Hening YB dengan Ikang Fawzi di ruang kerjanya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan belum lama ini. Bagaimana kabarnya? Alhamdullilah baik dan tidak kurang satu apapun. Sehingga saya tetap bisa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Apa kesibukan Anda sekarang?

Saat ini saya lebih banyak bergerak di bisnis properti. Saya juga tengah menyelesaikan S2 di MM UGM. Bagaimana dengan dunia menyanyi?Kalau manggung-manggung off air masih. Sebentar lagi bersama Golang dan Eki akan meluncurkan album baru di bawah naungan Naga Swara. Kita bergabung dalam satu grup dengan nama Brother In Law. Aliran musiknya masih rock. Di sisi lain saya juga masih tetap konsen untuk tampil solo karir. Kenapa seolah tenggelam? Bukan tenggelam. Lagipula album terakhir saya baru tiga tahun lalu. Membuat lagu itu juga tidak mudah. Bagi saya cukup berat kalau satu tahun satu album. Apalagi sekarang saya keluar album bukan untuk ‘digilai’, tapi lebih pada kepuasaan dan mengutamakan kualitas demi memperkaya industri musik di Tanah Air.

Bagaimana cara membagi waktu dengan keluarga?
Layaknya seorang ayah pastinya keluarga yang utama. Saya berusaha sesibuk-sibuknya saya tidak akan mendahulukan kepentingan lain kecuali untuk keluarga, terutama untuk anak. Bahkan pernah saya suatu ketika menghentikan rapat karena harus jemput anak.

Apa sih arti keluarga bagi seorang Ikang Fawzi?
Keluarga itu saya ibaratkan perahu atau bahtera dan saya nahkodanya. Sebagai Nahkoda saya berusaha tidak egois, mau menerima kritik dan saran orang. Sehingga saya sering mendapat masukan dari istri bahkan anak dalam kehidupan sehari-hari. Pastinya saya kerap melakukan segala sesuatu bersama keluarga.
Bisa cerita awal pertemuan dengan istri?
Saya bertemu dengan istri jauh sebelum sama-sama main di film ‘Tinggal Landas Kekasih’ pada 1984, dengan sutradara (Alm) Sophan Sophian. Namun, waktu sama-sama main itulah saya makin mengenalnya dan akrab. Maksudnya? Ya, saya makin mengenal karakter aslinya dia. Awalnya saya sempat punya persepsi kalau dia itu seorang wanita tidak akan cocok dengan saya. Dulu saya ini bergaul dengan orang-orang biasa, sementara saya menganggap dia pergaulannya dengan kaum yang ‘berkelas.’ Maklumlah selain dia cantik, anak orang berada, juga saya anggap pintar. Lalu? Sejak mengenalnya makin dalam timbul perasaan suka. Apalagi saya sering melihatnya di tengah syuting tak pernah meninggalkan shalat. Padahal saya tahu waktu itu kita sama-sama punya pacar. Dia pun sering dijemput pacarnya usai syuting. Apa yang dilakukan sampai akhirnya bisa mendapatkannya?

Prinsip saya selama masih pacaran, sah-sah saja kalau kita mencoba mendapatkan perhatiannya. Saya sering cari-cari perhatian sama dia. Bahkan saya sering berharap kalau selesai syuting pacarnya tidak menjemput, sehingga saya bisa antar pulang. Siapa yang menyatakan suka terlebih dahulu? Seingat saya tidak ada yang bilang secara kata-kata. Semua mengalir begitu saja. Lantaran saya dan Marissa merasa punya keterikatan fisik yang kuat. Walaupun secara batin belum. Bagaimana dengan pacar masing-masing? Kalau saya putus karena perbedaan keyakinan dan sesuatu hal lainnya. Tapi kalau Marissa, saya tidak tahu. Bahkan sampai sekarang Marisa tak pernah bercerita dan saya memang tak ingin tahu.
Tanggapan orangtua?
Awalnya orangtua Marissa kurang setuju, terutama ayahnya. Pasalnya saat itu penampilan saya memang ngerock banget. Pakaian cuek dengan celana robek di bagian lutut. Lalu?Ayahnya mulai interes pada saya ketika kita berbicara soal masalah manajemen. Ayahnya bekerja di Pertamina dan saya saat itu kuliah di Universitas Indonesia bidang bisnis administrasi. Dari situ sang ayah berubah pandangan terhadap saya. Dia menganggap walaupun saya rocker ternyata saya dianggap punya visi.
Apa yang membuat Anda yakin Marissa jodoh Anda?
Saya pacaran dengannya 3,5 tahun. Selama pacaran saya melihat dia itu punya misi kemanusiaan yang sangat kuat. Marissa sangat peduli terhadap orang banyak. Bukan hanya itu, dia bisa menerima saya apa adanya. Bentuk penerimaannya seperti apa?Walaupun saat itu karir dia sudah sukses duluan dan saya belum apa-apa, tapi dia tidak sombong. Saya ingat dia tidak protes saat diantar acara Festifal Film Indonesia pada 1986 di Bandung dengan mobil hartop butut. Apalagi di tengah jalan mobil itu mogok. Marissa mau turun dan mendorong mobil tersebut.
Adakah komitmen sebelum nikah?
Saya sempat bilang dan berjanji pada orangtuanya kalau saya akan selalu mencintai, menjaga, dan membahagiakan Marissa. Alhamdullilah selama ini saya bisa menjalankannya. Walaupun memang ada beberapa pertengkaran terjadi dalam keluarga. Pertengkaran macam apa?Masalah sepele sebenarnya. Misalnya saja soal kebersihan. Marissa itu sosok yang sangat memperhatikan kebersihan. Dulu waktu saya masih merokok, saya sering membuang abunya sembarangan. Padahal setiap sudut rumah Marissa sudah menyediakan asbak. Hal-hal ini yang menjadi penyebab pertengkaran. Tapi pertengkaran dalam keluarga justru membuat rumah tangga makin harmonis.

Sosok istri di mata Anda?
Istri bagi saya sahabat sejati. Dia yang selalu mendukung dan memberi masukan bagi saya. Dia juga yang kerap memperingatkan dan menegur kalau saya salah. Bagaimana Anda bisa begitu menyayangi dan setia kepada istri?

Rasa sayang saya makin kuat saat dua kali menemani persalinan. Saat persalinan itu saya benar-benar menyadari perjuangan antara hidup dan matinya demi keturunan saya. Maka tak heran sebenarnya ada ungkapan kalau surga itu dibawah telapak kaki ibu atau telapak kaki wanita.
Apa arti anak bagi Anda?
Dulu saya memang sempat ingin sekali punya anak laki-laki. Namun dalam perkembangannya justru ternyata anak perempuan lebih menyenangkan. Anak juga saya anggap sebagai sahabat. Mereka pun segalanya bagi saya. Pola mendidik anak seperti apa yang diterapkan?Saya ini sosok yang berani, dalam arti mengerjakan sesuatu seperti tidak tertata. Tapi Marissa kebalikan dari saya. Dalam mendidik anak kami berusaha untuk jujur. Tidak akan meminta anak melakukan sesuatu yang baik, jika orangtua tidak bisa menyontohkannya. Pastinya pendidikan formal dan informal kita berikan kepada mereka.

Harapan ke depan untuk keluarga?
Ingin keluarga selalu tetap sama-sama berbagi beban dan kesenangan. Saya pasrah dengan segala kehidupan yang diberikan Allah. Yang penting kami tetap dalam lindungan-NYA.

Ilmu dan Musik Tak Bisa Dipisahkan
ISTIMEWA LAHIR dari keluarga musisi, membuat darah seni Ikang Fawzi tumbuh dan berkembang. Sang ayah, H. Fawzi Abdulrani merupakan pencipta lagu, pemain gitar, dan penyanyi di zamannya. Selain musisi, ayahnya juga pernah menjadi seorang diplomat. “Setiap anak diplomat memang harus bisa berkesenian, untuk membantu pekerjaan orangtua mengenalkan kesenian negara asal,” jelas Ikang Fauzi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Meski berbeda selera, sang ayah lebih pada musik Hawaian dan keroncong sementara Ikang konsisten dengan aliran musik rock, namun tak dipungkiri kalau figthing spirit ayahnya mengalir di jiwanya. Meski tak berarti semua fasilitas bisa mudah didapatkan saat itu. Justru, kehidupan Ikang remaja sangat mandiri. Ikang juga sempat merasakan hidup jauh dari keluarga. “Saya mengalami hidup hanya dengan kakak. Kadang harus benar-benar fight dalam hidup,” jelasnya. Perjalanan karir musik Ikang mulai terlihat pada 1978, saat ia menjuarai lomba cipta lagu Prambors, yang berjudul Cahaya Kencana. Tak lama kemudian pada 1981 bersama Adi MS dan kelompok musiknya merilis album bertajuk Staff dengan aliran musik jazz rock. Karirnya mulai melambung saat lagu Preman pada 1981, meledak. Beberapa penghargaan mulai diraihnya. Ikang pun mulai merambah dunia layar lebar.

Lewat film Tinggal Landas Buat Kekasih, kisah cintanya dengan Marissa Haque bersemi. Bersama Marissa, pemilik nama asli Ahmad Zulfikar Fawzi mampu membina bahtera rumah tangga yang harmonis, nyaris tanpa gosip dan dikaruniai dua anak perempuan cantik, Isabella Muliawati Fawzi serta Marsha Chikita Fawzi. Pria kelahiran 23 Oktober 1959 ini sempat mengaku hampir salah arah di awal popularitasnya. Hampir saja ia meninggalkan bangku kuliah lantaran terlena dengan apa yang diperolehnya sebagai seorang musisi. Beruntung seorang dosennya Prof Dr Martani menyadarkan. Hingga akhirnya ia tergugah bahwa selain karir musik, pendidikan juga penting. “Saya sempat terlena. Saat itu pendapatan sekali manggung Rp300 ribu. Sementara pegawai negeri saja gajinya hanya Rp120 ribu. Untung ada seorang dosen menyadarkan,” ujar mahasiswa S2 itu.

Kini Ikang menyadari, ada keterkaitan antara ilmu dengan karirnya sebagai musisi. Ilmu tanpa musik menurutnya akan membuat jenuh. Sementara musik tanpa ilmu tidak akan mampu berkembang. Namun jika keduanya digabungkan, hasilnya seperti yang dirasakan sekarang. “Jadi, saat jenuh di musik, saya bisa mengerjakan usaha sesuai ilmu yang saya pelajari dulu,” akunya.

Kendati mengaku masih banyak keinginan yang belum tercapai, Ikang selalu pasrah dan bersyukur. Pastinya, dia berharap semua ilmu, network dan pengalaman yang dimiliki semaksimal mungkin akan dipergunakan untuk masyarakat luas. Salah satunya dengan terjun ke dunia politik. “Kalau tidak terjun, bagaimana kita bisa benar-benar tahu,” imbuhnya.

BIODATA
Nama lengkap : Ahmad Zulfikar Fawzi
Nama beken : Ikang Fawzi
Tanggal lahir : 23 Oktober 1959
Nama istri : Marrissa Haque
Nama anak : Isabella Muliawati Fawzi (Bella)
Marsha Chikita Fawzi (Kiki)

Menikah : 12 April 1987

Nama orangtua : H Fawzi Abdulrani (Alm)
Hj Setia Nurul Muliawati Fawzi (Alm)

Karir Album Musik

1985 - Selamat Malam
1986 - Randy & Cindy
1987 - Preman
2000 - The Veey Best Of Ikang Fawzi
1993 - Semestinya Album Achmad Albar, lagu “Panggil Aku Falina”
Karya Adjie Soetama, Tarto S
1990 - Jangan Bedakan Kami bersama Pakarock

Film
1982 - Pengantin Remaja II
1984 - Tinggal Landas Buat Kekasih
1985 - Yang Kukuh Runtuh
1985 - Kulihat Cinta Di Matanya
1987 - Biarkan Bulan Itu
1986 - Menggapai Matahari
1988 - Pembalasan Ratu Pantai Selatan
2008 - MBA (Married By Accident)

Penghargaan
1978 - Juara III Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
1985 - Penyanyi Pria Musik Rock/Pop Rock Terbaik versi Majalah Gadis 1986 - Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Gadis ·
1987 - BASF Award, Album Rock Terbaik
1987 - BASF Award, Pencipta Lagu Rock Terbaik
1987 - The Best Selling Indonesian Album, BASF Award Pop Rock
1989 - Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Monitor

Minggu, 22 November 2009

Ingin Bermusik Lebih Islami: Ikang Fawzi



Dalam usia yang tidak muda lagi dimana tahun depan Ikang Fawzi akan memasuki usia ke 50 tahun membuat dirinya berpikir untuk membuat lebih banyak lagi karya musik lebih islami.

Kedua anak dan istrinya -- Marissa Haque, Marsha Chikita, Isabella Muliawati -- sangat menyambut baik gagasan mulia tersebut, serta mendoakan agar lebih banyak karya dapat diproduksi pasca lebaran haji 2009 ini.

Setiap langkah baik yang diawali oleh niat mulia harus segera diaminkan, agar tidak banyak setan masuk untuk mencegah lancarnya perjalanan produksi dakwah bil hal melalui musik tersebut. Insya Allah demikian adanya.


Sumber: Berita Lepas Pelangi Bintaro

Berhaji di Usia Muda: Ikang Fawzi

Di usianya yang baru 33 tahun, pria kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1959 tersebut, pada saat popularitasnya tengah naik ”terpaksa” menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Oleh: Lilis Sri Handayani
11 November 2009 Kategori: Pengalaman Haji
Salah satu pesan Rasulullah SAW, agar umatnya menggunakan masa mudanya sebelum masa tua, bagi Ikang Fawzi benar-benar membawa hikmah bagi dirinya. Bahkan, pesan tersebut mampu mengubah kehidupannya sebagai seorang rocker.

”Ketika itu, belum ada niatan sedikit pun untuk berhaji, tapi saya terpaksa berangkat ke Tanah Suci,” kata Ikang. Ketika itu, cerita musisi yang memiliki nama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi tersebut, dirinya tengah menikmati masa keemasan sebagai seorang rocker. Dalam usianya yang baru menginjak 33 tahun, tidak hanya popularitas yang diperolehnya, tetapi juga berbagai penghargaan serta materi yang berlimpah. Sementara itu, ketaatan menjalankan ibadah masih jauh dari kehidupannya.

Beruntunglah Ikang memiliki seorang istri seperti Marissa Haque. Perempuan yang telah memberikan dua orang putri itu terus membujuknya agar mau menunaikan ibadah haji. Marissa yang pernah menjalankan umrah sendirian ke Tanah Suci tersebut terus mendesaknya, sampai akhirnya meluluhkan hati sang rocker.
”Meski dengan setengah hati, sebagai suami saya merasa berkewajiban mendampingi istri menunaikan haji. Jadi, niat awal saya berangkat haji karena terpaksa menemani istri. Sedangkan saya sendiri secara mental masih belum siap,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai wakil ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) bidang Pemukiman pada era 1990-an tersebut.
Keputusan yang diambil Ikang, tampaknya memicu munculnya banyak godaan. Ketika rencana berhaji itu diketahui teman-temannya, berbagai komentar miring pun mampir ke telinganya. Komentar-komentar itu membuat dirinya semakin ragu mengikuti ajakan istrinya.
”Ngapain naik haji saat umur masih muda? Ntar aja kalau sudah tua, sekalian tobat,” kata Ikang menirukan ucapan teman-temannya.
Namun demikian, meski banyak suara miring diarahkan padanya, jika Allah sudah berkehendak, apa pun pastilah terjadi. Meski dengan hati penuh keraguan dan persiapan yang minim, Ikang ternyata tetap ditakdirkan untuk menjadi tamu Allah.

Di luar dugaan, Ikang yang tidak tekun mengikuti manasik haji, bahkan tak hafal kalimat talbiyah, didaulat rekan-rekan sesama rombongannya untuk memimpin membaca kalimat tersebut. ”Permintaan para jamaah itu ternyata merupakan jalan dari Allah agar saya lebih mantap dalam menunaikan haji.”

Dengan bantuan sang istri, Ikang pun akhirnya bisa melafalkan kalimat itu dengan suara lantang khas seorang rocker. Dia pun mengaku merasakan getaran di dalam dadanya, tatkala kalimat talbiyah itu berulang kali meluncur dari mulutnya.

”Saya sadar, semua harta, penghargaan, dan popularitas yang saya banggakan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah,” tutur Ikang. Ikang pun langsung bersujud sambil menangis ketika pertama menginjakkan kaki ke Tanah Suci. Di tempat itu, dirinya seolah menyaksikan gambaran perjalanan hidup yang selama ini dijalaninya kurang baik. ”Saya menangis sejadinya-jadinya dan memasrahkan semuanya pada Allah. Bahkan, kalau Allah mencabut nyawa saya saat itu juga, saya ikhlas, ”kata Ikang.

Ikang kemudian bertekad menggunakan semua waktunya selama di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah. Bahkan, dia mengaku jarang tidur. Semua amalan yang wajib dan sunah, dikerjakannya dengan tekun. Saat itulah, dirinya mengaku sangat beruntung bisa menunaikan ibadah haji ketika usia masih muda.

”Menunaikan ibadah haji di usia muda banyak sekali manfaatnya, fisik kita masih kuat, ini sangat menunjang untuk memperbanyak ibadah. Apalagi, selama menjalankan ibadah, adu fisik dengan jamaah dari negara lain yang berpostur tubuh besar tidak bisa dihindari,” kata Ikang menambahkan.

Hikmah berhaji di usia muda tak hanya dirasakan Ikang selama berada di Tanah Suci. Setelah kembali ke Tanah Air, perubahan untuk menjadi Muslim yang lebih taat pun dijalaninya. Meski secara bertahap, berbagai kebiasaan negatif yang acapkali dilakukannya, seperti mengonsumsi minuman keras, bisa ditinggalkan.

Tak hanya itu, Ikang juga mengaku lebih bisa bersabar dalam menghadapi apa pun. Padahal, pelantun lagu Preman itu biasa menghadapi kekerasan yang dialaminya dengan kekerasan pula. Namun, berbagai peristiwa yang dialaminya selama berhaji, mampu mempertebal kesabaran dalam dirinya.

”Saya merasa menjadi orang lain” setelah pulang haji. Saya jadi berpikir, kalau dulu saya tidak berhaji saat masih muda, mungkin sekarang saya jadi orang yang lupa diri,” ungkap Ikang.
ed: mas adi/yto

Minggu, 18 Oktober 2009

Masa Kecilku di Belgia: Ikang Fawzi


Masa Kecilku di Belgia

Salah satu hal yang paling menyenangkan menjadi anak dari keluarga besar Deplu adalah masa kecil kami yang kaya akan pengalaman hidup dan bersosialisasi dengan anak-anak bangsa lain diseluruh penjuru dunia.

Alhamdulillah walau tidak bermewah-mewah didalam hal mendidik keempat anak-anaknya, orang tuaku telah memberikan dasar edukasi mumpuni agar kami berempat mampu bersaing didalam menjawab tantangan zaman.

Foto ini adalah sedikit penggalan dari kenang-kenangan kami ketika masih tinggal di Brusel, ibu kota Belgia.

Syekh Hisyam dari Naqsyahbandi Haqqani: Ikang Fawzi


Syekh Hisyam Kabbani adalah Salah Seorang Guru Spiritual Marissa Haque Istriku.

Beberapa kali dalam setahun beliau datang ke Indonesia. Terkahir sebelum Pilpres beliau juga datang dan kami juga mendapatkan khabar bahwa Presiden SBY juga bertemu dengan Syekh Hisyam.

Tarekatnya bernama Naqsyahbandi Haqqani.

Setia Nurul Muliawati Nama Almarhumah Ibu Ikang Fawzi


Setia Nurul Muliawati Nama Almarhumah Ibu Ikang Fawzi
Banyak orang mangatakan salah satu keberuntungan seorang suami adalah ketika istrinya dapat hidup dengan kompak dengan ibu kandungnya. Dan itu terjadi pada saya -- alhamdulillah -- Marissa Haque istriku sangat kompak dengan almarhum Ibuku ... Ibu Yuya...

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono (God Bless)


Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono (God Bless)
Rekaman VCD ini disutradarai oleh istriku Marissa Haque dengan mengambil lokasi di Musicafe Kuningan, Jakarta Selatan.
Shooting dilakukan pada tahun 2000, ditayangkan juga di SCTV.

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI), 1982

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk Ikang Fawzi Kekasih Abadinya

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk  Ikang Fawzi Kekasih Abadinya
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Suami Tercintanya Ikang Fawzi

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010
ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi
1991, Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011
Drs. Ikang Fawzi, MBA, Salah Seorang Wisudawan Terbaik FEB UGM, Januari 2011 di Yogyakarta

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola
Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola, dll

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011
Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono
Sutradara: Marissa Haque Fawzi (School of Film, Ohio University, 2002)

Ikang's Latest Album in 2007

Ikang's Latest Album in 2007
Dua Sisi & Feat with Isabella Fawzi

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011
Wisuda MBA Ikang Fawzi dari UGM, Kado Foto dari Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi, Dear Dad! This is for You!

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011
marissa Haque Mendampingi Suaminya, Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)
Ikang Fawzi, Menteri PU Djoko, Addie MS, Adjie Soetama

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI
Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011
Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Iklan BKKBN Jawa Timur

Iklan BKKBN Jawa Timur
Ikang Fawzi & Marissa Haque Ikon BKKBN Jatim 2009-2010

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards
Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards