RBT dari Grup BIL (Brother in Law) : Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"

BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan

Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa (dalam GESANG)

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Wisuda MBA dari FEB UGM, Yogyakarta, on Obsesi, GLOBAL TV

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono
Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Dicintai Warga Banten di Bogor

Dicintai Warga Banten di Bogor
Ikang Fawzi di Bogor untuk Gempa Padang, bersama Wong Banten, 2009

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters
Marissa, Soraya, Shahnaz, Ikang, Ekky, dan Gilang
Tampilkan postingan dengan label Marissa Haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marissa Haque. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2011

“Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)”



Rabu, 31 Agustus 2011

JAKARTA - Artis senior Marissa Haque telah dinobatkan menjadi duta LP3I. Diakuinya pekerjaan barunya tersebut bisa dibilang cukup berat.“Kalau bicara berat itu pasti, karena ini bicara tanggung jawab, dan bagi saya pun karena ini bentuk ibadah seperti bernafas, senyuman itu ibadah dan ini bukan tugas biasa bagi saya,” ujar Marissa Haque saat ditemui di Gedung ESQ, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dengan menjadi duta LP3I, istri Ikang Fawzi ini menambahkan setidaknya bisa menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan.“Keterlibatan aku sebagai duta disini setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan yang baik.

Apalagi kondisi pendidikan di Indonesia mulai sedikit memprihatinkan,” katanya.Diakuinya lagi, mengenyam pendidikan hingga menuju gelar Doktor, membuat kakak kandung Shahnaz Haque merasa punya kewajiban untuk membagi ilmu yang didapat selama dirinya menempuh pendidikan.“Learning by doing, semua saya kerjakan dengan baik. Banyak pengetahuan yang bisa saya berikan untuk siapapun. Lebih pada motivasi, mungkin lebih pada dakhwahnya sehingga itu bisa bermanfaat,” tukasnya.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com

“Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)”

Selasa, 16 Agustus 2011

Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi



August 13th, 2011 Tagged

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/foto/ketika-p…

Diam-diam istri pesepakbola nasional Christian Gonzales, Eva Gonzales, mengagumi pasangan artis senior Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Eva pun mengundang artis idolanya itu untuk menghadiri acara ulang tahun putri pertamanya, Amanda Gonzales, yang ke-17. Eva mengaku tidak menyangka jika pasangan yang kini lebih aktif bergelut di dunia politik itu mau hadir di pesta ulang tahun anaknya.

“Ini idola saya sama suami saya. Ini bener-bener reunian dari saya kecil mereka bener-bener udah di langit. Jadi mana mungkin kenal sama saya,” puji Eva Gonzales kepada pasangan yang kini masih tampak mesra, seperti ditayangkan Status Selebritis di SCTV, Sabtu (13/8).

Ternyata, Ikang dan Marissa juga nge-fans dengan perfoma Christian Gonzales di lapangan. Baik Ikang maupun Marissa pun ikut memuji idolanya itu. “Kita tuh seneng banget sama Christian Gonzales apalagi waktu kemaren membela Indonesia. Di saat Indonesia tengah lesuh, Gonzales mampu mengangkat kembali nama timnas Indonesia,” puji pria yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi.(APY/ANS)

“Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"


Disaat kita memberi sesungguhnya karena kita sudah banyak menerima!

Kuncinya semua kembali kepada pasangan kita. Sejauh mana pasangan suami atau istri dapat saling mendukung satu dengan lainnya, sehingga mampu selalu membuat nyaman hati pasangannya.

Pasangan suami istri sejati, akan berada dalam irama harmoni untuk saling memahami serta selalu mendukung. Intinya adalah, komunikasi produktif di antara keduanya dalam perkawinan. Cirinya adalah ketika mata hati serasa selalu terkait satu dengan lainnya. Seperti itu sejujurnya yang kami rasakan selama 25 tahun masa pernikahan kami.

Kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque--memang bukanlah pasangan yang luar biasa sempurna. Namun kami bertekad agar kesepakatan yang kami buat sejak awal dapat kami wujudkan dalam kenyataan sejarah pernikahan kami, yaitu: "... untuk selalu satu suami dan satu istri sampai mati."

Insya Allah
... sejujurnya demikian, dan selamanya demikian. Sampai ajal menjemput kami, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati...

May Allah always bless our marriage... amiiin...

Catatan: Avatar Blog Ini dari iklan Oil of Olay

Sumber: http://ikangdanmarissa.blogdetik.com/

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"

Senin, 11 Juli 2011

Tahun 2011 Kembali Lagi bersama Ekki & Gilang: Ikang Fawzi

Ikang Fawzi is Back!


Ikang-Fawzi-Anggie-BI

YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.


“Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi,” bilang Ikang saat menggelar konser “Go Clean” di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.


Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.


Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.


marissa-haque-ikang-fawzi-soraya-haque-ekki-soekarno-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-adhi-madura-dalam-musik-sawah-bersama-bil-7-juli-20111“Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio,” beber Ikang.


Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis singel berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.


Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/13877-ikang-fawzi-is-back.html

Senin, 21 Februari 2011

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Sambil Bermusik Menghijaukan Kembali Lereng Merapi Yogyakarta bersama Civitas Academica FH UGM

Marissa Haque & Ikang Fawzi Menanam Pohon Jati di Lereng Gunung Merapi, Yogyakarta bersama Civitas Academica FH UGM, DPRD Yogyakarta & Dinas Kehutanan Jateng
Laporan reporter Tribun Jogja Hari Susmayanti

Sleman, 18-feb-20113

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ikang Fa uzi dan Marissa Haque mengajak seluruh rakyat Indonesia, ikut menghijaukan lereng Merapi. Ajakan itu disampaikan usai Ikang menanam pohon jati da n Marissa menanam pohon Trembesi, pada acara penanaman seribu pohon di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat(18/2/2011).

Pasangan suami istri itu mengharapkan, hutan yang hancur akibat letusan Merapi cepat tumbuh subur sehingga kawasan itu pulih seperti sedia kala. "Mari bangun kembali hutan kita yang sudah hancur agar hijau dan bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya sehabis menanam pohon di acara yang d igelar Fakultas Hukum UGM itu.

Pada acara bakti sosial ini Ikang dan Marissa menanam pohon jati dan trembesi di lahan hutan rakyat. Pihak Fakultas Hukum UGM memberi bantuan sebanyak 1000 bibit pohon kepada masayarakat di sisi selatan Merapi.

Menurut Camat Pakem, Budiharjo, kerusakan hutan di wilayah Pakem mencapai sekitar 60 hektare terdiri dari hutan rakyat seluas 10 hektare dan kawasan hutan taman nasional Merapi seluas 50 hektare. "Bantuan dari UGM ini akan ditanam di hutan rakyat agar nantinya dapat dimanfaatkan warga sekitar," katanya. (*)

Editor : syafik

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2011/02/18/marissa-tanam-pohon-trembesi-di-merapi

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Menghijaukan Kembali Lereng Merapi Yogyakarta bersama Civitas Academica FH UGM

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Menghijaukan Kembali Lereng Merapi Yogyakarta bersama Civitas Academica FH UGM

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2011/02/18/marissa-tanam-pohon-trembesi-di-merapi

Marissa Haque & Ikang Fawzi Menanam Pohon Jati di Lereng Gunung Merapi, Yogyakarta bersama Civitas Academica FH-UGM, DPRD Yogyakarta & Dinas Kehutanan Jateng

Laporan reporter Tribun Jogja Hari Susmayanti

marissa-haque-ikang-fawzi-fh-ugm-di-gn-merapi-18-feb-20113
TRIBUNJ OGJA.COM, SLEMAN - Ikang Fa uzi dan Marissa Haque mengajak seluruh rakyat Indonesia, ikut menghijaukan lereng Merapi. Ajakan itu disampaikan usai Ikang menanam pohon jati da n Marissa menanam pohon Trembesi, pada acara penanaman seribu pohon di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Jumat(18/2/2011).

Pasangan suami istri itu mengharapkan, hutan yang hancur akibat letusan Merapi cepat tumbuh subur sehingga kawasan itu pulih seperti sedia kala. "Mari bangun kembali hutan kita yang sudah hancur agar hijau dan bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya sehabis menanam pohon di acara yang d igelar Fakultas Hukum UGM itu.

Pada acara bakti sosial ini Ikang dan Marissa menanam pohon jati dan trembesi di lahan hutan rakyat. Pihak Fakultas Hukum UGM memberi bantuan sebanyak 1000 bibit pohon kepada masayarakat di sisi selatan Merapi.

Menurut Camat Pakem, Budiharjo, kerusakan hutan di wilayah Pakem mencapai sekitar 60 hektare terdiri dari hutan rakyat seluas 10 hektare dan kawasan hutan taman nasional Merapi seluas 50 hektare. "Bantuan dari UGM ini akan ditanam di hutan rakyat agar nantinya dapat dimanfaatkan warga sekitar," katanya. (*)
Editor : syafik

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Menghijaukan Kembali Lereng Merapi Yogyakarta bersama Civitas Academica FH UGM

Rabu, 16 Februari 2011

Lustrum & Dies Natalis FH-UGM bersama Iwan Fals, Marissa Haque & Ikang Fawzi: Yogyakarta 19 Feb 2011

Tak terkira bahagia hati ini mendapat undangan menjadi MC dari pihak Civitas Academica Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Terimakasih banyak Pak Dekan Pasca FH UGM Prof Dr Marsudi dan Ketua Program Doktor FH UGM Prof Dr Sudjito dan wa bil khusus Al Mukarom Pak Sutito, SH, MH Dosen Hukum Organisasi Perusahaan FH UGM.

Setelah menjadi MC lusa besok ini, ditemani suamiku Ikang Fawzi dalam kapasitas Sekjen KAGAMA FEB UGM, kami akan mengikuti a special talk dari Prof Dr Mahfud MD/Ketua MK sesuai dengan tema besar "Negara Hukum Indonesia" dalam koridor mahzab Bulak Sumur--menyangkut masa depan NKRI dan kita semua seluruh bangsa Indonesia.

Sore harinya kami bertiga sebagai figur publik bersama jajaran Civitas Academica UGM akan melakukan penanaman pohon simbolik dilereng gunung Merapi.

Sebelum kembali ke Jakarta, saya dan suami akan menemani Pak Sutito diterima Bank Indonesia untuk membicarakan masa depan Hukum Bisnis Indonesia. Alhamdulillah ... Ya Allah terimakasih.... UGM matur nuwun sanget nggih... kami berdua merasa sangat 'di wongke', bahagia menjadi bagian dari keluarga besar respectable university sebesar UGM ini. Allahu Akbar!

Sumber: http://dwistroi.blogspot.com/2011/02/konser-iwan-fals-justice-for-indonesia.html

Lustrum & Dies Natalis FH-UGM bersama Iwan Fals, Marissa Haque & Ikang Fawzi: Yogyakarta 19 Feb 2011

Senin, 17 Januari 2011

Ikang Fawzi & Marissa Haque: Bergantian Jadi Duta LP3I ke Pekanbaru, Riau (Jan 2011)

Banyak Pekerjaan Namun Tetap Tuntut Ilmu

Tagged with: Ikang Fauzi LP3I

Sumber: http://www.bangkapos.com/2011/01/15/banyak-pekerjaan-tetap-tuntut-ilmu/

PEKANBARU, BANGKAPOS.com– Dihadapan ratusan wisudawan LP3I, Rocker kawakan Indonesia, Ikang Fauzi, berpesan, ke depan jangan ada lagi Indonesia mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

kleuarga-ikang-fawzi-marissa-haque“Jangan ada lagi kita mengirim TKI ke luar negeri. Kita bangsa besar dengan kemampuan luar biasa,” kata Ikang sebelum menghibur wisuda dan para undangan lainnya, Sabtu (15/1/2011).

Bagi peraih gelar MBA dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) ini, walau bagaimanapun pekerjaan banyak, jangan lupa tetap menuntut ilmu.

“Saya saja masih ngamen dan menjalani usaha real estate. Tapi, tetap aja pendidikan tidak tertinggal,” kata peraih IPK 3,65 di UGM ini.

Bagi penyanyi yang mengorbit dengan lagu Preman ini mengatakan, banyaknya premanisme di Indonesia karena rusaknya sistem di Indonesia.

Bagi pencetus teori Property Tainment ini, enterpreneurship di kalangan anak muda Indonesia harus ditanamkan sejak dini. (Tribun Pekanbaru/Fakhrurrodzi)

Rabu, 12 Januari 2011

Marissa Haque: Alhamdulillah Ikang Fawzi Suamiku 2010 Kemarin Sudah MBA dari FEB-UGM


"Bisnis Properti Ikang Fawzi Jadi Ide Thesis dari Fakultas Ekonomika-Bisnis di UGM, dan Lulus dengan Nilai A Sempurna"

Jumat, 29 Januari 2011 09:47


Penyanyi rock Ikang Fawzi merupakan artis yang juga dikenal sebagai pengusaha. Ikang yang mempunyai nama asli Ahmad Zulfikar Fawzi terjun di bisnis properti dengan mendirikan PT Jaringan Selera Asia (JSA). Suka duka bisnis tersebut pernah dirasakannya.

Krisis perbankan yang pada gilirannya juga menghantam sektor properti pada tahun 1998 dirasakan berat olehnya. Pada saat itu, kondisi bisnis yang dikelolanya berhenti total dan nyaris bangkrut. Bagaimana tidak, sektor usaha yang dituding menjadi salah satu pemicu terjadinya krisis perbankan itu kemudian menjadi momok menakutkan bagi bank. ”Yang namanya bank alergi terhadap sektor properti,” tuturnya.

Meski begitu, Ikang melewati masa-masa sulit itu dengan selamat. Kini, JSA merupakan perusahaan properti yang mengembangkan beberapa perumahan di wilayah sekitar Jakarta. Di Bogor JSA memiliki tiga proyek, yaitu Griya Cendikia, Griya Asri, dan Griya Narama. Di Bekasi terdapat Telaga Pasir Raya dan beberapa proyek lainnya.

Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/selebriti/751-bisnis-properti-ikang-fawzi.html (Marissa Haque Fawzi: Thesis Ikang Fawzi Suamiku dari FEB-UGM dapat Nilai A Sempurna)

Kamis, 30 Desember 2010

Ikang Fawzi & Marissa Haque: Antisipasi Masuknya Arus Modal Spekulatif ke Indonesia 2011

Langkah Antisipatif

Indonesia dan beberapa negara modern lainnya di dunia tidak mungkin menjalankan kegiatan ekonominya, tanpa investasi asing yang datang menanamkan modal ke negerinya. Sejak tahun 2010 ini investasi asing yang masuk ke Indonesia sangat tinggi, dan pemerintah Indonesia optimis bahwa investasi yang akan masuk pada tahun 2011 tumbuh lebih kuat.

Hatta Rajasa Menko Perekonomian Indonesia dan Darmin Nasution Guberbur BI seusai rapat di kantor Presiden di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2010 mengungkapkan perkiraan investasi asing langsung/FDI (foreign direct investment) untuk tahun 2011 adalah sebesar $14 milyar, naik sebesar $1,5 milyar dari jumlah tahun sebelumnya sebesar $12,5 miliar. Sementara arus modal yang masuk ke portofolio sebesar $16 miliar pada periode tahun 2010.

Dengan dinamika arus modal asing yang masuk ke Indonesia tersebut, baik Menko Perekonomian maupun Gubernur BI mengingatkan bahwa harus terjadi kerjasama yang sangat baik serta harmoni antara pemerintah pusat dan BI guna sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Yang tujuannya tak lain adalah untuk berjaga-jaga bila terjadi sudden reversal dan mengurangi kecepatan arus modal yang sangat spekulatif serta berjangka pendek. Cara yang akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia bekerjasama dengan BI adalah dengan membangun cadangan devisa yang memadai. Dengan catatan menurut BI bahwa saat ini cadangan devisa Indonesia adalah sebesar $95 miliar, dan dianggap cukup baik untuk kondisi sebuah Negara seukuran Indonesia.

Semoga kondisi politik-hukum Indonesia juga semakin kondusif kedepannya. Agar tidak mengganggu rencana yang telah ditetapkan bersama pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia sejauh ini.

Selasa, 14 Desember 2010

Ikang Fawzi the First Indonesian Rocker dapat MBA dari UGM: Marissa Haque


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)


JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MA)," katanya.(ang)



Minggu, 12 Desember 2010

Doa Marissa Haque Istriku Berkelanjutan untuk MBA ku: Ikang Fawzi


Marissa Haque & Ikang Fawzi - Kena Imbas Letusan Merapi

by Redaksi Web

Wednesday, 03 November 2010 05:49

Meski tak berada dekat dengan lokasi kejadian, namun pas letusan Gunung Merapi yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu membuat artis Marissa Haque secara tak langsung terkena imbasnya juga. Hal itu dikarenakan Marissa mengaku memiliki banyak sahabat yang tinggal di Yogyakarta.

"Saat mendengar Merapi meletus, saya langsung menghubungi beberapa sahabat, dosen dan orang-orang terdekat saya yang tinggal di sana. Alhamdulillah mereka semua selamat," ungkap Marissa Haque saat dikonfirmasi lewat telepon,kemarin malam.

Terlebih, dirinya yang sekarang masih menempuh pendidikan gelar MBA untuk jurusan ekonomi bisnis di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta jadi terhambat dikarenakan adanya bencana yang terjadi.

"Ini adalah tahun kedua saya. Kebetulan bersama suami juga sedang menyelesaikan kuliah kami untuk program MBA di UGM. Dan seharusnya mas Ikang dalam waktu dekat ini sudah bisa ujian untuk mendapatkan gelar MBA untuk studi corporate strategis real estate. Tapi karena adanya bencana ini, Mas Ikang harus menunggu jadwal ujian sampai keadaan di sana aman," tandas Marissa.

Namun demikian artis yang beberapa waktu lalu sempat dicalonkan PKS menjadi wakil gubernur Banten ini merasa kalau semua ini ada hikmahnya.

"Kami ambil hikmahnya saja untuk kami berdua dalam melatih kesabaran," pungkas Marissa. (kapanlagi)

Selasa, 30 November 2010

Keadilan Pemilukada untuk Tangerang Selatan sedang di MK-kan: Ikang Fawzi & Marissa Haque



Tribunnews.com - Selasa, 30 November 2010 05:43 WIB
Document Mustafid Sawunggalih

Airin Rachmi Diany didampingi pengacaranya Rudi Alfonso yang mewakili 12 orang pengacara lainnya dalam sidang gugatan Pemilukada Tangsel di Mahkamah Konstitusi, Senin (29/11)Related News

Ditulis oleh Tribunners, Mustafid Sawunggalih

TANGERANG SELATAN- Airin Rachmi Diany pemenang pemilukada Tangerang Selatan yakin MK akan memutuskan seadil-adilnya. Airin merasa sudah mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku selama proses Pemilukada berlangsung. Oleh karena itu, dirinya menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada MK terkait gugatan Arsid-Andre dan Yayat-Norodom.

"Kami yakin MK akan berpihak pada kebenaran, dalam pembuktian nanti, akan diketahui siapa sesungguhnya yang melakukan pelanggaran dan yang tidak melakukan pelanggaran. Kita lihat apa yang disampaikan dalam gugatan ini, kami nyatakan tidak benar,” kata Airin usai mengikuti persidangan di MK, Senin (29/11).

Sebelumnya, saat persidangan materi gugatan yang dipaparkan kuasa hukum pasangan no 3 Arsid-Andre dan pasangan no 1 Yayat-Norodom dalam sidang perdana sengketa pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai sangat lemah.

Berbagai gugatan yang disampaikan tidak memiliki bukti kuat dan dibantah baik oleh kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum Kepala Daerah (KPUD) maupun kuasa hukum pasangan no 4 Airin-Benyamin.

Dalam persidangan perdana itu, juru bicara pengacara Arsid-Andre, Andy Syafrani mengemukakan, ada tiga alasan utama pihaknya melakukan gugatan.

Pertama, pihaknya menemukan KPU Tangsel tidak netral akibatnya, dapat mempengaruhi jumlah suara khususnya nomor 3. Yang kedua, penyelenggara negara dalam hal ini Pemkot Tangsel secara sistematis dan masif juga tidak netral .Sedangkan yang ketiga, atas pelanggaran administratif maupun pidana, itu pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara dan penetapannya.

"Sehingga bisa dilakukan Pilkada ulang untuk seluruh wilayah Kota Tangsel. Namun, sebelumnya, diskualifikasi dulu nomor 4. Atau tetapkan Arsid-Andre Taulany sebagai pemenangnya,” pinta Andy Syafrani

Ketua MK Mahfud MD lalu menanyakan, apa saja yang bisa dibuktikan bahwa KPU dan Pemkot Tangsel tidak netral? Dijawab Andy, untuk KPU, pihaknya menemukan pencetakan surat suara cadangan sebanyak 5% tidak sesuai dengan dengan aturan yang seharusnya hanya 2,5 % cadangannya.”Jadi selisih ini tidak jelas, kami mendapat ada 1.758 surat suara yang entah kemana?,” ujarnya.

Untuk Pemkot Tangsel, adanya proses mutasi pejabat dari Provinsi Banten ke Tangsel, seperti Penjabat Wali Kota Tangsel. Padahal, memiliki jabatan sebagai kepala dinas di Provinsi Banten. "Aparat negara (Pemkot Tangsel) digeser jika beda pandangan politik,” tegas Andy.

Sedangkan, kubu Yayat-Norodom diwakilkan oleh 3 orang pengacara. Dengan juru bicara Sumardi. Pasangan ini menuding dua pasangan telah melakukan kecurangan, yang pertama adalah Airin-Benyamin dan kedua adalah Arsid-Andre. “Pasangan nomor empat telah dibantu, Asda 1 Pemkot Tangsel bernama Ahadi, Ketua RT, KPU Tangsel dan penjabat wali kota Tangsel Eutik Suarata,” tudingnya.

Keterlibatan Penjabat Wali Kota Tangsel adalah terekam dengan video visual, yakni pada saat acara Wanita Kristen Indonesia menggelar acara di Pondok Aren, Dalam kesempatan itu, Eutik mengarahkan bahwa akan ada Pilkada di Tangsel dengan kandidat nomor 4 Airin –Benyamin. “Itu ada buktinya berupa rekaman video,” terangnya.

Sementara Arsid-Andre dituduhnya melakukan money poltics dan melakukan penggalangan PNS Kabupaten Tangerang. Selain itu, kubu nomor 1 ini juga mempertanyakan adanya 1.300 warga yang tidak dapat kartu undangan untuk memilih.

“Money politik yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Arsid-Andre juga terekam dengan audio visual kami. Pelakunya adalah tim sukses bernama Fauzi, yang diberikan untuk membagikan bernama Abdul Somad. Dengan begitu, kami memohon agar Pilkada diulang, selain itu nomor 3 dan 4 dilakukan diskualifikasi. Jika pun tidak Majelis Hakim bisa menetapkan nomor urut 1 sebagai wali kota terpilih, ” harapnya.

Sedangkan kubu Airin-Benyamin melalui pengacaranya sebanyak 12 orang diwakilkan Rudi Alfonso mengatakan. Segala tuduhan nomor urut 3 dan 1 sudah dilakukan pemeriksaan mulai dari tanggal, waktu dan lokasi tuduhan. “Berdasarkan tuduhan yang dilayangkan pada waktu dan tempat, kami bisa pastikan sama sekali dibuat-buat seolah benar-benar ada,” kata Rudi Alfonso.

Contohnya, kata Rudi, tudingan bahwa adanya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke suatu acara dengan mengarahkan masyarakat pada tanggal dan waktu yang dituduh, ketika diperiksa ke Humas Provinsi Banten, pada saat tanggal tersebut Gubernur sedang tidak ada di Banten. Dan, bukan berada di Tangsel.

“Bahkan kami juga mengecek, lokasi gambar rekaman video yang menyatakan, Penjabat Wali Kota Tangsel mengajak memilih nomor 4 seperti tuduhan nomor 1. Kami meminta video itu di periksa dan diuji ke forensik, karena itu adalah gambar video hasil potongan.

Sebenarnya Eutik (wali kota) mengatakan, ada empat kandidat pada Pilkada Tangsel, Nomor urut 1 Yayat-Norodom, 2 Rodhiyah-Sulaiman, 3 Arsid-Andre Taulany dan 4 Airin-Benyamin. Pas yang keempat ini tidak dihapus atau dipotong, 1,2 da 3 dipotong. Kami meminta jangan main-main dalam menyerahkan bukti, apalagi di sana Airin pun tidak hadir,” terangnya

Rudi menegaskan, pihaknya dan KPUD akan mempidanakan saksi palsu dan segala bentuk rekayasa bukti bila mereka melakukan itu. Karena menurutnya, itu merupakan bentuk kejahatan hukum yang tidak bisa ditolerir. “Saya harap kita jangan main-main dengan hukum,” tegasnya.

Ketua MK Mahfud MD mengatakan, perisdangan akan dilanjutkan pada Selasa (30/11/2010) pukul 11.00 WIB. Sedangkan soal persidangan kemarin, Majelis masih meminta seluruh tuduhan itu dilengkapi dan penegasan. “Memang sudah terjabar (gugatannya) namun, harus disertai saksi-saksi untuk itu, besok hadirkan pada saksi. Tetapi jangan banyak-banyak, cukup saksi yang berkualitas saja. Kalau saksi 1 orang tetapi berkualitas kan bisa mewakili 100 orang,” tutup Mahfud.

Persidangan yang digelar sekitar pukul 14.30 WIB pada Senin (29/11) tidak dihadiri pasangan nomor urut 3, Arsid-Andre Taulany. Sedangkan nomor urut 1, Yayat hanya sendiri tanpa didampingi Norodom Sukarno. Hanya nomor urut 4 Airin-Benyamin yang lengkap hadir. Sedangkan Anggota dan Ketua KPU Tangsel hadir seluruhnya.

Senin, 22 November 2010

Terimakasih Banyak Bro Ragile dari Kompasiana.com: Ikang Fawzi

Judul Asli: "Marissa Haque: tentang Vina Panduwinata dan Pilkada Tangerang Selatan"

OPINI Ragile 19 November 2010 00:37 1633 125




Dok Kompasiana Gathering 2009 by Edy Taslim (dari kanan: Ragile, Marissa Haque, Pepih Nugraha)

Setelah menghilang empat bulan Marissa Haque kembali posting di Kompasiana. Bunyinya sama dengan yang diutarakan kepadaku via Telepon dan SMS selama November sehubungan dengan meledaknya twitter yang menyebut-nyebut perseteruannya dengan Vina Panduwinata. Namun di mata saya Marissa (Icha) lain di alam nyata lain di alam maya. Bahasanya jauh banget bedanya deh. Kenapa Yah, mau tau?

Postingan dia kemarin di sini: Peduli Linkungan Lahir Bathin. Bicara tentang Kompasiana, Pilkada Walikota Tangerang Selatan dan Vina Panduwinata. Nampaknya terburu-buru menulisnya sehingga terkesan loncat-loncat. Semua itu dalam rangka menanggapi postingan Syaifuddin Sayuti Ada Apa Dengan Marissa Haque?

Yang saya tangkap adalah: (1)Icha tidak suka dengan tingkah laku Vina Panduwinata ketika manggung bareng dengan Ikang Fawzi suami Icha, (2)Icha nulis dalam blog pribadi di blogdetik karena gagal menyelesaikan secara pribadi dengan Vina, (3)Icha tidak keberatan dan atau tidak terganggu dengan gaya pakaian orang lain sepanjang tidak mengganggu secara langsung rumah tangganya, (4)Reaksi keras pembaca adalah lebih kepada cara Icha menyampaikan keluhan itu, bukan pada substansi isi keluhan. Ibarat sepakbola Icha suka maen gaya total footbal formasi 4-4-2 ala Belanda atau Kick and Rush gaya Inggris, keduanya attacking style. Selebihnya saya tidak tahu.

Begitu juga tentang Pilkada Tangerang Selatan di mana Icha menyokong calon independent di luar parpol. Saya taunya ada rumor bahwa di sana telah ada semacam hegemoni oleh keluarga tertentu untuk menguasai jabatan strategis. Namum demikian soal politik tidak semudah yang kita baca di atas kertas. Maklum banyak intrik dan akal bulus yang alus-alus. Biarlah rakyat Tangerang Selatan bicara, mereka lebih tau.

Dua kali saya ketemu langsung dan ngobrol bareng dengannya. Sekali di Kopdar Kompasianan pas peluncuran buku Chappy Hakim berjudul Cat Rambut Orang Yahudi di Hotel Sultan Jakarta, Agustus 2009. Dan Di Tangerang pada acara Pemuda Integritas Tangerang Selatan (PITA) pada Juli 2010. Dua kali ketemu langsung dan ngobrol panjang lebar. Yup, jauh banget deh dengan bahasanya di dunia maya. Siapapun sulit untuk tidak mengatakan Icha sangat ramah, gaul, enak diajak bicara apa saja. Dan…. doyan ngobrol, hehehe…

Mudah-mudahan ke depan makin banyak interaksi dengan kompasiner makin bagus jalinan persahatan dan saling pengertian di mana Icha tak sungkan ganti gaya “maen bolanya” misal dengan gaya Samba Brasil yang paling banyak diminati di sini. Kebetulan aku suka film-film Marissa Haque dan juga demen lagu-lagu Vina Panduwinata yang cihuyy banget gaya “stakatonya”.

***

Salam Tuljaenak,

RAGILE 19-nov-2010

Rabu, 27 Januari 2010

Ikang Fawzi Andalkan Jiwa Seni untuk Kampanyekan Flora

Wednesday, 27 January 2010

Tidak banyak yang tahu, bahwa Ikang Fawzi, rocker era 1980- an yang kini kembali naik daun setelah cukup lama vacum, ternyata juga pencinta tanaman. Nah, kecintaan inilah yang kemudian mengantarkan Ikang menjadi Duta Kebun Raya Indonesia.

PELANTUN lagu Preman yang pernah dan masih sangat populer di belantika musik Indonesia ini mengaku bangga saat Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar mengukuhkannya sebagai Duta Kebun Raya Indonesia. Bagi Ikang, tugas baru yang akan diembannya ini tidaklah mudah. Namun, hal itu juga tidak terlalu sulit.

Bahkan, Ikang mengaku tugas barunya ini justru terkait erat dengan kegemaran atau hobi lamanya, yakni bertanam. Ikang mengungkapkan, sejak agal lama vacum di panggung musik selama beberapa tahun silam, bertanam merupakan kegiatan baru yang dilakukannya. Di sela-sela kesibukannya mengurus bisnis properti, suami artis cantik Marissa Haque ini mengaku sering kali meluangkan waktu di kebun pribadinya di wilayah Bintaro. ”Di rumah saya di Bintaro, saya juga menanam pohon jati,” ungkap Ikang saat pengukuhan Duta Kebun Raya Indonesia di kompleks Kebun Raya Bogor, Jawa Barat,kemarin.

Dia pun mengaku terharu atas pengukuhan ini. Ikang mengatakan, pengukuhan ini mengingatkan dirinya kepada sang ayah. Menurut Ikang, meski berbeda, kini dirinya sudah mampu menyamai prestasi sang ayah sebagai duta besar. ”Almarhum ayah saya adalah mantan duta besar. Kini, anaknya ditunjuk sebagai duta juga meski sebagai Duta Kebun Raya. Namun, saya rasa tugas dan kewajibannya sama katanya sembari tersenyum sedikit bercanda.

Saya bangga mampu berbuat sesuatu untuk negeri ini,” ungkap Ikang. Dengan berbekal pengalaman pribadinya bertanam, ditambah kecintaannya terhadap seni,Ikang meyakini, tugas sebagai Duta Kebun Raya ini dapat dilaksanakan secara maksimal. Bahkan, Ikang menyatakan, jiwa seniman yang dimilikinya justru akan membantu untuk mengampanyekan kebun raya.

”Saya kan seniman, latar belakang saya yang seniman mudah-mudah dapat menjadi salah satu kekuatan untuk ikut melestarikan dan mengembangkan kebun raya di Indonesia sebagai mahakarya putra terbaik bangsa,” tegasnya. Ditunjuknya Ikang Fawzi sebagai Duta Kebun Raya Indone-sia bukan tanpa dasar dan pertimbangan.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie dan Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar pun menyatakan, Ikang merupakan sosok yang layak untuk menempati jabatan ini.

Selain dikenal sebagai pencinta tanaman, Ikang ternyata juga cukup lama berkecimpung sebagai aktivis konservasi lahan. Tanpa banyak yang mengetahui, ternyata dikalangan penggiat lingkungan,Ikang termasuk salah satu tokoh konservasi. Sehingga, tidak salah jika kemudian pemerintah memilih Ikang sebagai ikon untuk mengampanyekan kecintaan terhadap flora.

Apalagi, rencananya, pemerintah akan membangun kebun raya-kebun raya baru di beberapa daerah. ”Kang Ikang sudah lama terlibat dalam upaya konservasi,”ungkap Mustaid Siregar.Keterlibatan Ikang dalam upaya pelestarian hutan ini merupakan wujud nyata dalam upaya menjaga keseimbangan alam. Tugas sebagai Duta Kebun Raya Indonesia tidak mu-dah. Ikang dituntut menjadi orang terdepan dalam bidang pengembangan kebun raya, termasuk upaya-upaya pelestariannya. (sugeng wahyudi)

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/300529/

Selasa, 26 Januari 2010

Marissa Haque : Kebun Raya di Bali dan Ikang Fawzi Suamiku

Thu, 29/10/2009

Alhamdulillah, senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi suamiku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa ’segudang’ cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra.

Kebun Raya Bali dan Ikang Fawzi
Terimakasih Ya Allah… atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami semua pada Ramadhan suci tahun ini…Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama.

Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama. ”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali.

Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Sumber: http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik

Rabu, 13 Januari 2010

Kata Istriku Marissa Haque Dua Anak Bikin Ibu Lebih Cantik: Ikang Fawzi


Selasa, 11 September 2007

20:38 Kapanlagi.com - Sosok artis sekaligus mantan anggota DPR-RI Marissa Haque mengajak kalangan ibu rumah tangga untuk memiliki dua anak saja. Menurut wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962 itu, ibu yang memiliki dua anak mempunyai cukup banyak waktu untuk mengurus diri.

"Agar seorang ibu dapat lebih sehat serta memiliki wajah tetap cantik sebaiknya cukup memiliki dua anak saja, karena hal ini dapat membantu para ibu untuk memberikan banyak waktu dalam mengurus diri," ujar Marissa di Auditorium Unimed dalam acara dialog mahasiswa dan para kader KB Kota Medan/Deli Serdang, Sabtu (8/9).

Menurut istri Ikang Fawzi ini, dengan adanya jumlah anak yang sedikit juga akan mempermudah seorang ibu dalam setiap kegiatan. "Anak yang jumlah sedikit tentunya akan lebih mempermudah seorang ibu untuk lebih mampu di dalam mengekspresikan dirinya dalam setiap kegiatan," jelas ibu dari dua orang anak, Isabella Muliawati Fawzi (19) dan Marsha Chikita Fawzi (18). Marissa, yang saat ini akan menyelesaikan program Doktor serta sempat tercatat sebagai calon Gubernur Banten, memberikan contoh apa yang terjadi pada dirinya.

"Lihat saya sendiri saat ini masih tetap semangat di dalam mengejar karir, hingga mampu meraih sarjana Magister Humaniora dan sedang dalam tahap menyusun disertasi untuk program Doktor," tutur mantan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP).Acara kegiatan dialog ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat yang ada di Sumatera Utara, yakni Bupati Langkat Syamsul Arifin, Pembantu Rektor III Unimed B Ambarita, dan Kepala BKKBN Sumut Drs. Bunyamin MSi, serta beberapa undangan lainnya termasuk kalangan mahasiswa. (romulo/kpl)

Kami Sepakat Hanya dengan 2 Anak Saja: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Istriku Marissa Haque bersama Ibu Menteri Dalam Negeri RI, Ibu Vita Gamawan Fauzi bersosialisasi di TV One soal Family Planning (Keluarga Berencana/KB).

Atas jasa/relasi baik Icha istriku dengan seluruh stakeholders BKKBN, kami sekeluarga mendapat kesempatan untuk tampil sebagai IKON baru BKKBN ditanah kelahiran Ibu mertuaku R Ay. Mieke Soeharijah yaitu Jawa Timur. Alhamdulillah, minggu lalu sudah ditayangkan di seluruh stasiun lokal Jatim. Dan atas diberikannya kepada kami kepercayaan dari tim BKKBN Jatim untuk menjadi IKON peduli Keluarga Berencana ini memicu semangat kami untuk lebih baik didalam bekerja dan tidak berhitung soal waktu dan energi yang telah dan akan kami keluarkan. Karena bagi kami apa yang kami sekeluarga lakukan saat ini adalah investasi kebaikan bagi sustainable development Indonesia kita tercinta.

Our common goal, yaitu Indonesia's future value! Insya Allah demikian adanya. Tag line Iklan BKKBN Jawa Timur dengan Keluarga Ikang Fawzi: "2 anak cukup lelaki atau perempuan sama saja."

Selasa, 12 Januari 2010

Cerita Cinta Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Sumber: http://ikangfawzi-liriklagu.blogspot.com

"Aku Cinta Kamu": Kontemplasi Ikang Fawzi

Lagu ini tercipta oleh salah seorang kawan baik Ikang Fawzi bernama Rudi Gagola yang mengambil inspirasi dari inspirator utama Ikang saat itu--sicantik Marissa Haque bintang film ternama Indonesia yang sedang naik daun serta memenangi sejumlah penghargaan diberbagai Festival Film nasional dan internasional. Rudi Gagola menangkap getaran cinta terdalam Ikang kepada sang aktris terbaik Indonesia saat yang membulatkan tekadnya untuk bersegera mengawininya. Rudi sering mendengar Ikang mengatakan padanya bahwa ia takut Marissa Haque keburu disambar oleh lelaki lain yang memang dimasa itu sangat banyak yang sedang mengincar calon kekasihnya lawan bermainnya dalam film "Tinggal Landas buat Kekasih."

Tak lama setelah Ikang memutuskan tali cinta dengan teman sesama mahasiswa di Universitas Indonesia--penyanyi pop melow asuhan Rinto Harahap bernama Christine Panjaitan--Ikang menyatakan tekad wajib menjadikan Marissa Haque sebagai istrinya. "Tak boleh ditunda lagi," katanya saat itu. Apalagi calon ibu mertua Ikang seorang keturunan darah biru dari Jawa Timur telah menerima Ikang dengan tangan sangat terbuka. Tantangan kecil hanya datang dari calon ayah mertuanya yang menginginkan Ikang Fawzi calon menantunya adalah seorang dokter dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (yang diurusnya) atau sebaiknya Ikang Fawzi jadi penyanyi keroncong saja! Konyol memang...

Ketika Ikang dan Marissa sudah 'jadian', konon dikhabarkan Marissa Haque pernah sangat cemburu pada sang mantan Ikang bernama Christine Panjaitan. Atas beberapa kali kejadian--dikarenakan tanpa sepengatahuan Marissa atas informasi dari (alm) ibu kandung Ikang dan kakak tertua Ikang Kak Uttie Fawzi-Tangkau--Christine Panjaitan masih sering bertelpon-ria kerumah Ikang atau kekantor Kak Uttie untuk sekedar curhat atau diskusi 'rahasia' tertentu tentang penderitaan dia dibawah tekanan keluarganya harus menikah dengan sesama orang Batak dan dari agama yang sama (HKBP). Marissa pun lalu berang, dan mengancam akan meninggalkan Ikang dengan memilih pergi ke Amerika Serikat dengan cara menerima tawaran main dalam film produksi Bapak Hatoek Soebroto dan sutradara Sophan Sophiaan. Tak kurang, Ikang pun juga lalu panik dan menjadi sangat cemburu! Karena lawan bermain Marissa didalam film yang akan diproduksi tersebut bukan dirinya.

Ketika tiba saatnya Marissa harus segera mengabarkan kepada sutradara Sophan Sophiaan dan atau Bapak Hatoek Soebroto terkait kesediaannya untuk menerima atau tidak tawaran menjadi pemeran utama dalam film "Arini Masih Ada Kereta yang Akan Lewat" yang berlokasi di Amerika Serikat, Ikang pun lalu memberi ultimatum kepada Marissa. Isi ultimatum tersebut adalah: (1) segera menikah dengannya; atau (2) sepulang dari Amerika Serikat Ikang balik kemantannya bernama Christine Panjaitan; atau (3) Marissa pulang dari Amerika Serikat akan melihat Ikang sudah ada gandengan pacar baru lainnya!

Dan... aha! Marissa Grace Haque sang aktris terbaik saat itu ternyata lebih ikhlas meninggalkan kesempatan emas untuk menjadi pemeran utama dalam sebuah film apik yang pada akhirnya mengadikan aktris Widyawati Sophiaan mendapatkan piala Citra sebagai pemeran utama wanita terbaik FFI tahun 1988, dan memenuhi keinginan pujaan hatinya Ikang Fawzi untuk tetap di Indonesia serta ... menerima pinangan dirinya dengan menikah siri di Desa Gekbrong, Sukabumi pada 3 Juli 1986 dengan disaksikan oleh sutradara (alm) Sjumandjaja dan istrinya saat itu aktris Zoraya Perucha, adik beliau Sjumantiasa, anak Sutan Takdir Alisjahbana bernama Artaria Alisjahbana, dan beberapa ikhwan serta akhwat pengajian Tasawuf lainnya. Ya, saat itu memang Marissa Haque tengah getol-getolnya mencari kebenaran didalam agama Islam dengan cara menggali kepada beberapa orang Mursyid Islam. Setelah Marissa dan Ikang melangsungkan nikah siri, tak lama terdengar Christine Panjaitan juga melangsungkan pernikahan dengan seorang pria pilihan keluarganya dari suku dan agama yang sama. Seorang dokter yang dikenalnya kurang dari setahun, namun sangat direstui ibunya bernama Nurmala Sitompul.

Dikarenakan 'trauma' atas kejadian masih berhubungannya Ikang dan sang mantan Christine Panjaitan dibelakang punggungnya--rupanya kejadian dimasa lalu tak jua mampu memendam api cemburu Marissa Haque pada Christine Panjaitan--Marissa pun mengajukan syarat pada Ikang. Yaitu, agar pada pesta perkawinan resmi mereka kelak baik ijab kabul maupun digedung pesta Wiperti (Wisma Pertamina International) di Sinabung, Jaksel--agar tidak ada satupun dari mantan-mantan pacar dari kedua belah pihak yang diundang! Ikang pun segera menyetujui syarat yang diajukan Marissa, walau pada akhirnya harus menelan kenyataan pahit ketika komentar minor dari Christine Panjaitan yang dilontarkan kepada Ikang dan Marissa melalui beberapa media cetak bahwa dirinya merasa sakit hati dan tidak bahagia mengapa tidak diundang disaat Ikang menikah dengan Marissa menikah. Christine pun beberapa kali menggerutu melalui beberapa wawancara radio yang diasuh oleh Bens Leo di Jakarta dan Ratna Djuwita di Bandung, bahwa pada saat dirinya menikah dengan dr. Maringan, Ikang sebagai mantannya serta seluruh keluarganya diundang kenapa pada waktu sebaliknya dia dan keluarganya tidak diundang? Namun keputusan paling bijaksana dari Ikang Fawzi saat itu adalah lebih memilih menjaga hati Marissa Haque yang telah menjadi istri sahnya, yang akan menjadi ibu dari anak-anak yang akan dilahirkannya.

Ikang dan Marissa memang berjodoh! Mereka saling sangat mencintai satu dengan lainnya. Yang paling disukai Ikang atas Marissa selain kedua bentuk matanya yang indah serta kulit wajahnya yang halus-mulus adalah bahwa watak Marissa yang menyukai hidup sederhana. Sebagai contoh, Marissa lebih menyukai memberikan sebagian tabungannya pada masyarakat duafa binaannya daripada harus menggelar pesta pernikahan dihotel mewah berbintang lima. Alasannya toh mereka sudah suami-istri lebih dari setengah tahun sebelumnya!

Ikang dan Marissa menikah resmi pada tanggal 12 April 1987 di Jakarta. Disaksikan oleh keluarga dari kedua belah pihak dan seluruh kerabat serta handai taulan. Tampak menjadi saksi didalam ijab kabul dirumah mewah mempelai wanita anak salah seorang elit Pertamina Pusat bertempat di rumah Jl. Lapangan Roos Raya No. 36, Tebet Utara, Jaksel. Tak kurang tampak hadir sutradara Arifin C. Noer dan istrinya Jajang C. Noer, serta sutradara MT Risyaf dan keluarga yang mengorbitkan pertama kali Marissa Haque sebagai aktris film nasional.

Senin, 28 Desember 2009

Cerita Marissa Haque Istri Ikang Fawzi terkait Dharma Pongrekun 'Malaikatnya'

POSITIVE DEVIANT DHARMA PONGREKUN


Sumber:


Tidak banyak polisi didunia yang baik, termasuk juga di Indonesia.
Seringkali secara sambil bercanda saya mengatakan kepada beberapa teman polisi yang dekat dihati bahwa yang baik itu hanya patung polisi dan polisi tidur. Polisi tidurpun seringkali membuat susah pengemudi mobil maupun motor.

Hari ini tanggal 26 Desember 2008, saat dimana saya baru mampu berdiri seimbang dan bengkak mata akibat terus menerus menangis mulai sirna serta energi untuk menulis muncul lagi. Sudah lama rasanya saya tidak menangis sesegukan seperti itu, dimana selama dua hari berturut-turut airmata keluar berhamburan bagai tak terbendung. Penyebabnya tak lain adalah karena dua kejadian ‘luar biasa’ menyangkut penegakan hukum di Indonesia yang ingin saya bagi dengan anda semua. Dalam tulisan ini saya akan memulainya dengan kisah AKBP. Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH.

Sore hari sekitar Pk 17.00 pada tanggal 24 Desember 2008 yang baru saja berlalu, menjelang malam misa dimana ummat Kristiani bersiap-siap menjalani Ibadah Misanya dalam keheningan malam. Mas Dharma (AKBP Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH) mendapatkan surat pemecatannya sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Saat itu rasa berdosa luar biasa langsung menyergap dilubuk-jantung hatiku yang paling dalam. Seorang polisi baik, yang sedang berusaha menjujurkan keadilan ditempatnya bekerja harus mendapatkan penghentian kerja ‘hanya’ karena berusaha membantu jihad Bantenku.

Awal perkenalan dengan Mas Dharma dimulai dengan ketidak sengajaan, ketika saya bersama 14 orang tim lawyer yang baru yang dipimpin oleh Bang Sahara Pangaribuan, SH, mencoba mengendap-endap menjebak Kompol Joko Purwadi, SH, MH diruang kerjanya di Kanit 5, Kamneg 4, Polda Metro Jaya, yang selama 9 bulan sejak pelaporan pertama saya terkait dengan dugaan penggunaan ijazah aspal Ratu Atut Chosiyah, SE pada saat mengikuti Pilkada Banten 2006 tidak pernah terlihat batang hidungnya, tidak ada komunikasi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) tahu-tahu SP3 (Surat Pemberitahuan Pemberhentian Perkara) keluar! Masya Allah… innalillahi wa innailahi rojiuuunnn…. Rupanya lengkingan suara teriakan saya yang sangat keras yang saya tujukan kepada Kompol Joko Purwadi tersebut terdengar disepanjang selasar Reskrimum. Hal itu membuat Mas Dharma melompat dari ruang kerjanya yang sedang secara bersamaan mengurus kasus Marcella Zalianti dan Lia Eden, dan mendatangi saya yang sedang protes sangat keras atas kinerja buruk oknum Polri di Polda Metro Jaya.

Singkat kata, akhirnya Mas Dharma memenuhi permintaan saya agar dilakukan GELAR PERKARA hari itu juga terhadap kebenaran isu SP3 dugaan DELIK PIDANA ijazah aspal (asli tapi palsu) Ratu Atut Chosiyah, SE. Hasil yang ditemukan saat itu juga membuat bulu kuduk saya berdiri. Karena ternyata dugaan kami bahwa Atut menyelesaikan kuliah S1 nya selama 17 bulan, pada gelar perkara pertama pada tanggal 22 Desember 2008 tersebut benar-benar membuka mata saya karena ditemukan bukti lain secara ‘telanjang’ bahwa Atut hanya kuliah 8 bulan belaka! Innalillahi wa innailaihi rojiuuunnn… Delik pidana yang melibatkan Ratut Atut Chosiyah, SE tersebut senyatanya lebih mengerikan dari perkiraan saya dan tim lawyer selama ini.
Hal ini belum termasuk kejahatan abuse of power yang dilakukan Atut sejak awal mengikuti pencalonan kandidat Gubenur Banten 2006. bahwa sesungguhnya Atut adalah seorang CARE TAKER bukan INCUMBENT, karena Atut adalah Plt atau Pelaksana Tugas Sementara. Atut menabrak dengan sangat sadar dan terencana UU 32/2004 jo PP 6/2005 jo PP 17/2005 jo PP 25/2007 jo Kep KPUD Banten 2005 jo Azas-azas Pemerintahan yang Baik, mengatakan SEORANG PENJABAT DILARANG IKUT PILKADA. Sehingga selama 2 tahun masa saya memperjuangan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum atas Pilkada Banten 2006 yang penuh dengan intrik, manipulasi, serta gratifikasi tersebut.

Jasa Mas Dharma didalam langkah perjuanganku soal Banten ini adalah MELAKUKAN GELAR PERKARA HARI ITU JUGA. Sehingga dari sana saya dan tim lawyers melihat dengan mata kepala sendiri, menyaksikan adanya desain konspirasi licik dan terencana didalam mempeti-eskan urusan delik pidana dugaan ijazah aspal (asli tapi palsu) Atut sampai dengan menggulirkan isu SP3 kepada publik melalui konfrensi pers oleh Atut dan O.C. Kaligis pengacara kroni Soeharto disebuah hotel di Jakarta. Kepada seluruh media yang datang dalam konfrensi tersebut Kligis dan atut mengatakan sudah 7 kali upaya Marissa gagal. Hhhmm… memang KEUANGAN ATUT MAHA KUASA. Seluruh gugatan saya melaui sidang Perdata dan TUN ( yang terakhir ini masih saya pending agar tidak perlu buru-buru diputus estela seorang makelar kasus meminta uang sukses pada saya) diberi hasil N.O (Niet Onvanklikverklaard). Sebagai anak bangsa yang patuh azas hukum, pernyataan ini membuat saya tidak habis geleng-geleng kepala. Karena N.O (Niet Onvanklikverklaard) artinya selama saya memperkarakan keabsahan Atut dianggap selalu salah kamar dan salah pintu.
Awal Januari 2009 besok ini saya akan melakukan gugatan sengketa kewenangan Pilkada Banten 2006 ke MK (Mahkamah Konstitusi), karena kejorokan mafia peradilan Indonesia sampai hari ini masih sangat menjadi-jadi. O.C. Kaligis sendiri sebagai pengacara keluarga besar Soeharto pernah beberapa kali kalah didalam menjalankan pembelaannya semisal kegagalan membela Arthalita dan Jaksa Urip terkait dengan kasus pidana gratifikasi BLBI kemarin ini. Jadi sangat mungkin dalam menangani urusan delik pidana Atut ini Kaligis bisa gagal. Insya Allah demikian adanya, semoga…

Ciri-ciri dari kelompok rezim sisa Orde Baru yang selama ini terekam dalam ingatan publik adalah: pembungkaman HAM, pemutarbalikan fakta, penekanan dari kekuatan/kekuasaan militer TNI/POLRI, dominasi praktek mafia peradilan, dll. Dan mengacu kepada apa yang dilakukan kelompok ini pada perjuanganku adalah contoh sebagai berikut:

Didatanginya saya dirumah Bintaro oleh seorang Intel dari Kabag Intelkam Mabes Polri bernama panggilan Mas AKBP Baron (orang Sunda) yang dengan serius meminta saya berhenti didalam perjuangan untuk Banten dengan alasan takut karir Ikang suamiku didalam pencalegan menjadi terganggu.

Laporan saya sebagai masyarakat awam/umum yang memiliki citizen law suit, terkait dugaan penggunaan ijazah aspal (asli tapi palsu) Atut disaat mengikuti Pilkada Banten 2006 yang lalu dilama-lamakan (buying time). Sehingga sang penjahat yang sangat keras diduga melakukan delik pidana tersebut keburu ancang-ancang untuk menyempurnakan kejahatannya. Dan proses berlama-lama ini tidak dilakukan sendirian melainkan konspirasi berjamaah.
Kebenaran materil diabaikan, dan mereka berupaya membuat kesimpulan sendiri dengan mengedepankan argumen eksklusif kroni mereka dengan penguasaan berbagai macam dan bentuk media serta penggiringan opini publik seperti contoh klipin dibawah ini pada sebuah koran lokal di Banten yang diduga sudah ’terbeli’ dengan berbagai macam iklan dari pihak Gubernuran Banten.

Biasanya mereka bersembunyi dibawah “menunggu izin presiden” / FORUM PREVILEGIATUM agar tidak tersentuh jeratan hukum.

Nah didalam kasus Atut, Mas Dharma Pongrekun berjasa luar biasa karena saya jadi tahu bahwa didalam kenyataannya SP3 atut adalah abal-abal alias tidak sah! Karena untuk mengeluarkan sebuah SP3 harus melalui kurang lebihnya antara lain:

1) Memiliki Laplabkrim (laporan Laboratorium Kriminal)
2) Bahan dugaan kejahatan yang dianggap asli maupun palsu minimal ada dalam bentuk photo copy didalam pengarsipannya
3) Telah siap kapanpun juga dengan slight dengan overhead projector dalam penjelasan didalam power points

Dari kesemua hal tersebut diatas tidak ada pada hasil kerja Kompol joko Purwadi, SH, MH sang Kanit 5, Kamneg 4, Polda Metro Jaya. Jadi dengan kata lain bahwa SP3 Atut adalah BODONG! Dan kebodongan tersebut dibuat oleh oknum Polri sendiri di Polda Metro Jaya selama ini. Ibarat istilah jeruk makan jeruk begitu…

Saya tak berkendak mengatakan seluruh anggota Polri nakal dan jahat, sama sekali tidak. Karena diantara sekelompok oknum Polri ‘bergetah’ tersebut dua-tiga orang dari mereka merupaka positive deviant alias yang bekerja sangat baik, cepat, dan benar. Salah satunya adalah AKBP Drs. Dharma Pongrekun, MM, MH ini.

Besok tertanggal 27 Desember 2008, seharusnya oleh Mas Dharma dan tim Kanit 5, Kamneg 4 Polda Metro Jaya dilakukan GELAR PERKARA KEDUA atas kasus dugaan ijazah palsu Atut. Namun karena Mas Dharma telah dipecat / dimutasi oleh atasannya di Polda Metro Jaya, maka rencana mulia menjujurkan keadilan ini menjadi turut tertunda. Saya mempunyai firasat sangat kuat, bahwa Mas Dharma dipecat / dimutasi oleh atasannya bukan semata karena kasus Marcella Zalianti, tapi karena masalah Atut dan bukti SP3 yang bodong tersebut!
Karena kita semua mahfum bahwa akan ada yang ‘terbakar jenggot’nya di Polda Metro Jaya karena saya dan orang luar lainnya mengetahui kebenaran ‘telanjang’ dari permainan busuk oknum Polri di Polda Metro Jaya terkait dengan laporan dugaan ijazah aspal Atut

Besar harapan saya anda semua pembaca esei saya ini dapat mendoakan langkah perjuangan saya didalam membingkai politik dengan hukum serta menjujurkan keadilan yang senyatanya sangat berat dan tidak pernah sederhana ini.

Juga doa ikhlas untuk saudara kita Mas Dharma Pongrekun agar mendapatkan tempat mutasi yang baik bagi karir kepolisiannya, teman-teman dekat lebih banyak dan lebih berkualitas yang ‘chemistry’ berjuangnya sama seirama dalam menjalankan fungsi optimal POLRI sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat Indonesia.
Allahu Akbar, kita belum merdeka!

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI), 1982

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk Ikang Fawzi Kekasih Abadinya

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk  Ikang Fawzi Kekasih Abadinya
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Suami Tercintanya Ikang Fawzi

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010
ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi
1991, Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011
Drs. Ikang Fawzi, MBA, Salah Seorang Wisudawan Terbaik FEB UGM, Januari 2011 di Yogyakarta

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola
Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola, dll

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011
Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono
Sutradara: Marissa Haque Fawzi (School of Film, Ohio University, 2002)

Ikang's Latest Album in 2007

Ikang's Latest Album in 2007
Dua Sisi & Feat with Isabella Fawzi

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011
Wisuda MBA Ikang Fawzi dari UGM, Kado Foto dari Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi, Dear Dad! This is for You!

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011
marissa Haque Mendampingi Suaminya, Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)
Ikang Fawzi, Menteri PU Djoko, Addie MS, Adjie Soetama

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI
Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011
Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Iklan BKKBN Jawa Timur

Iklan BKKBN Jawa Timur
Ikang Fawzi & Marissa Haque Ikon BKKBN Jatim 2009-2010

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards
Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards