RBT dari Grup BIL (Brother in Law) : Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"

BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan

Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dengan BIL (Brother in Law) Lovers: Infotainment Insert di Trans TV

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa

Ikang Fawzi dalam Berkarya untuk Bangsa (dalam GESANG)

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Wisuda MBA dari FEB UGM, Yogyakarta, on Obsesi, GLOBAL TV

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono
Kenangan Ikang Fawzi dengan Gito Rollies dan Ian Antono

Dicintai Warga Banten di Bogor

Dicintai Warga Banten di Bogor
Ikang Fawzi di Bogor untuk Gempa Padang, bersama Wong Banten, 2009

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters

BIL (Brother in Laws), Kami Mengawini The Haque Sisters
Marissa, Soraya, Shahnaz, Ikang, Ekky, dan Gilang
Tampilkan postingan dengan label CHikita Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CHikita Fawzi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Lagu Randy & Cindy jadi Theme Song Iklan "On Clinic": Ikang Fawzi



Alhamdulillah senang sekali rasanya lagu lama saya dipakai untuk Iklan "On Clinic" terbaru...




"Lagu Randy & Cindy jadi Theme Song Iklan "On Clinic": Ikang Fawzi"

Rabu, 14 September 2011

Terimakasih Metro TV: Ikang Fawzi dalam Mengenang Utha Likumahuwa (Sept 14, 2011)



Ketegaran Utha pun menginspirasi pria yang kini bergelut di usaha properti itu. Di mata ayah dua anak itu, Utha merupakan guru sekaligus abang yang mendorong ia menjadi seorang entertainer sejati. Utha pun berpedan pada pria kelahiran tahun 1959 itu untuk tetap menyanyidengan enjoy dan sepenuh hati. Ikang merupakan musisi berprestasi yang menggeluti genre rock.

1BAGI Ikang Fawzi, musisi senior Utha Likumahuwa merupakan sosok yang menjadi teman sekaligus abang baginya. Utha tak hanya mengajarkan teknik vokal pada penyanyi rock bernama asli Ahmad Zulfikar Fawzi itu, tapi juga pembelajaran hidup. “Dia punya filosofi hidup yang luar biasa. Tidak ada kesedihan dalam hidupnya dan selalu enjoy sama keluarganya,” kata Ikang saat ditemui www.metrotvnews.com usai mengisi acara di 811 Show Metro TV.

Suami politikus Marisa Haque itu bercerita dulu ada teman yang meninggal. Ia sedih. Utha yang melihat kesedihan Ikang justru memarahinya. “Katanya kamu jangan sedih, jangan terlalu memanjakan diri kamu, nanti malah membuat keluarganya makin sedih. Pada periode Utha sakit hingga wafat, itu yang saya pegang. Bahkan anak almarhum juga tidak menangis,” tukas Ikang yang melejit lewat lagu ‘Catatan Si Boy’ itu.

2-ikang-fawzi-adjie-soetama-di-metro-tv-mengenang-utha-likumahuwa-september-2011Sejumlah prestasi yang pernah Ikang Fawzi raih di antaranya Penyanyi Pria Musik Rock/Pop Rock Terbaik versi Majalah Gadis (1985), Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Gadis (1986), Pencipta Lagu Rock Terbaik dari BASF Award (1987), Album Rock Terbaik dari BASF Award (1987), The Best Selling Indonesian Album dari BASF Award Pop Rock (1987) dan Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Monitor (1989). (**)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/read/behindscenedetail/2011/09/14/52/Ikang-Fawzi-Pernah-Dimarahi-Utha-Karena-Bersedih-Hati

Jumat, 02 September 2011

“Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)”



Rabu, 31 Agustus 2011

JAKARTA - Artis senior Marissa Haque telah dinobatkan menjadi duta LP3I. Diakuinya pekerjaan barunya tersebut bisa dibilang cukup berat.“Kalau bicara berat itu pasti, karena ini bicara tanggung jawab, dan bagi saya pun karena ini bentuk ibadah seperti bernafas, senyuman itu ibadah dan ini bukan tugas biasa bagi saya,” ujar Marissa Haque saat ditemui di Gedung ESQ, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dengan menjadi duta LP3I, istri Ikang Fawzi ini menambahkan setidaknya bisa menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan.“Keterlibatan aku sebagai duta disini setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan yang baik.

Apalagi kondisi pendidikan di Indonesia mulai sedikit memprihatinkan,” katanya.Diakuinya lagi, mengenyam pendidikan hingga menuju gelar Doktor, membuat kakak kandung Shahnaz Haque merasa punya kewajiban untuk membagi ilmu yang didapat selama dirinya menempuh pendidikan.“Learning by doing, semua saya kerjakan dengan baik. Banyak pengetahuan yang bisa saya berikan untuk siapapun. Lebih pada motivasi, mungkin lebih pada dakhwahnya sehingga itu bisa bermanfaat,” tukasnya.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com

“Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)”

Selasa, 16 Agustus 2011

Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi



August 13th, 2011 Tagged

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/foto/ketika-p…

Diam-diam istri pesepakbola nasional Christian Gonzales, Eva Gonzales, mengagumi pasangan artis senior Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Eva pun mengundang artis idolanya itu untuk menghadiri acara ulang tahun putri pertamanya, Amanda Gonzales, yang ke-17. Eva mengaku tidak menyangka jika pasangan yang kini lebih aktif bergelut di dunia politik itu mau hadir di pesta ulang tahun anaknya.

“Ini idola saya sama suami saya. Ini bener-bener reunian dari saya kecil mereka bener-bener udah di langit. Jadi mana mungkin kenal sama saya,” puji Eva Gonzales kepada pasangan yang kini masih tampak mesra, seperti ditayangkan Status Selebritis di SCTV, Sabtu (13/8).

Ternyata, Ikang dan Marissa juga nge-fans dengan perfoma Christian Gonzales di lapangan. Baik Ikang maupun Marissa pun ikut memuji idolanya itu. “Kita tuh seneng banget sama Christian Gonzales apalagi waktu kemaren membela Indonesia. Di saat Indonesia tengah lesuh, Gonzales mampu mengangkat kembali nama timnas Indonesia,” puji pria yang bernama lengkap Ahmad Zulfikar Fawzi.(APY/ANS)

“Keluarga Gonzales Timnas yang Sangat Ramah: Marissa Haque & Ikang Fawzi”

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"


Disaat kita memberi sesungguhnya karena kita sudah banyak menerima!

Kuncinya semua kembali kepada pasangan kita. Sejauh mana pasangan suami atau istri dapat saling mendukung satu dengan lainnya, sehingga mampu selalu membuat nyaman hati pasangannya.

Pasangan suami istri sejati, akan berada dalam irama harmoni untuk saling memahami serta selalu mendukung. Intinya adalah, komunikasi produktif di antara keduanya dalam perkawinan. Cirinya adalah ketika mata hati serasa selalu terkait satu dengan lainnya. Seperti itu sejujurnya yang kami rasakan selama 25 tahun masa pernikahan kami.

Kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque--memang bukanlah pasangan yang luar biasa sempurna. Namun kami bertekad agar kesepakatan yang kami buat sejak awal dapat kami wujudkan dalam kenyataan sejarah pernikahan kami, yaitu: "... untuk selalu satu suami dan satu istri sampai mati."

Insya Allah
... sejujurnya demikian, dan selamanya demikian. Sampai ajal menjemput kami, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati...

May Allah always bless our marriage... amiiin...

Catatan: Avatar Blog Ini dari iklan Oil of Olay

Sumber: http://ikangdanmarissa.blogdetik.com/

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"

Minggu, 14 Agustus 2011

"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"





"BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"



Yuk gabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan.



Jumat, 22 Juli 2011

Ekspresi JAntan BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi untuk Gilang Ramadhan & Ekki Soekarno


SELEBRITI



Ikang Fawzi Saat Tampil Bersama Brother In Law Foto: Aditia


Jum'at, 08 Juli 2011 22:03
Kapanlagi.com - Tak banyak anggota keluarga yang membuat sebuah band. Kini, para musisi yang terdiri dari Ikang Fawzi, Eki Sukarno, dan juga Gilang Ramadhan membentuk sebuah band yang diberi nama Brother in Law (Bil Project). Seperti diketahui, mereka adalah musisi yang beristrikan Soraya Haque, Marissa Haque dan Shahnaz Haque.

"Sebenarnya ini bukan baru kali ini tercetus. Kita sudah 10 tahun lalu main bareng. Memang prosesnya lama sehingga baru sekarang buat mini album. Bagi kita main musik itu fun dan yang penting kita bermain musik sesuai hati kita," ujar Eki Sukarno usai manggung di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta, Kamis (7/7) malam.

Sementara itu Ikang Fawzi sendiri mengakui jika terbentuknya Brother in Law karena mereka melihat kesempatan adanya peluang dalam persaingan musik Indonesia.

"Memang harus banyak yang dilakukan musisi seusia agar musiknya lebih hidup. Kalau pasar musiknya sedang menurun, justru sekarang saatnya kita ambil kesempatan untuk menaikkan dan membangkitkan kembali," ujar Ikang.

Dalam aliran musiknya sendiri, Brother in Law pun mengusung musik sawah dalam performanya. Musik sawah sendiri aliran musik yang menggunakan alat musik tradisional.

"Kita tetap optimis dengan musik yang berbeda, dengan musik sawah yang kita sebut ini.. Bagi kita ini musik yang bermatabat. Musik kita dikonsep dengan matang tapi tetap gampang dicerna," pungkas Eki. (kpl/adt/faj)

Senin, 11 Juli 2011

Tahun 2011 Kembali Lagi bersama Ekki & Gilang: Ikang Fawzi

Ikang Fawzi is Back!


Ikang-Fawzi-Anggie-BI

YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.


“Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi,” bilang Ikang saat menggelar konser “Go Clean” di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.


Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.


Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.


marissa-haque-ikang-fawzi-soraya-haque-ekki-soekarno-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-adhi-madura-dalam-musik-sawah-bersama-bil-7-juli-20111“Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio,” beber Ikang.


Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis singel berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.


Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/13877-ikang-fawzi-is-back.html

Hey... I am Back!: Ikang Fawzi

Ikang Fawzi is Back!


Ikang-Fawzi-Anggie-BI

YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.


“Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi,” bilang Ikang saat menggelar konser “Go Clean” di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.


Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.


Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.


marissa-haque-ikang-fawzi-soraya-haque-ekki-soekarno-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-adhi-madura-dalam-musik-sawah-bersama-bil-7-juli-20111“Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio,” beber Ikang.


Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis singel berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.


Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/13877-ikang-fawzi-is-back.html

Sabtu, 30 April 2011

Terimakasih Ya Allah Chikita Fawzi Membanggakan Bangsa (dalam Trans7): Ikang Fawzi & Marissa Haque


1. Susi susanti

Lucia Francisca Susi Susanti (Hanzi: 王蓮香, Pinyin: Wang Lian-xiang, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971; umur 40 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia.

Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996.

International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame yaitu Rudy
Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King.

2. Marsha Chikita

Putri indonesia yang menjadi Animator Film Upin-Ipin namanya Marsha Chikita, Putri Ikang Fawzi , kiki panggilan akrab anak ikang fauzi ini saat memulai Karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las’ Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Sejak awal 2010, dia diterima di sana . Bahkan, dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut. Dia terjun langsung ikut membuat animasi film anak-anak yang banyak digemari di Indonesia itu.

Meski magang, Kiki sudah dibayar RM 500 (ringgit Malaysia) atau Rp 1.400.000 (kurs 1 RM = Rp 2.800) per bulan. Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan dengan gaji lebih besar. Namun, mulai September ini, dia harus mengambil cuti untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

3. Michelle Wibowo

BERITA mengenai rencana pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton semakin merajai halaman media.

Mulai dari konsep pernikahan, gaun pengantin yang akan digunakan, hingga tamu undangan yang direncanakan hadir, semua ramai dibahas. Dari rencana pernikahan terakbar tahun ini, muncul sebuah kabar membanggakan.

Michelle Wibowo, seorang koki asal Semarang, baru-baru ini ditunjuk sebagai pembuat kue pengantin untuk pernikahan Pangeran William – Kate. Penunjukkan Michelle sebagai koki pernikahan kerajaan ini dimulai dari keikutsertaannya dalam kompetisi yang diadakan Ideal Home Show di Earls Court London. Dalam kompetisi ini, Michelle keluar sebagai Ideal Home Cake Decorator of the Year.

Dalam kompetisi itu, Michelle menghabiskan lebih dari 80 jam untuk membuat sebuah cake berbentuk wajah Pangeran William dan Kate Middleton. Kue yang diukir dalam bentuk 3 dimensi ini dilapisi selai apricot, 10 kg marzipan dan 10 kg icing sugar. Setelah dilapisi icing sugar, cake ini kemudian diwarnai melalui teknik airbrush agar warnanya lebih terlihat nyata.

4. Anggun C. Sasmi

Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974; umur 36 tahun) adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun, Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian. Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album Dunia Aku Punya. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991". Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.

Saat ini Anggun bermukim di Perancis dan Kanada untuk melanjutkan karier internasionalnya. Sejak tahun 1997, album-album Anggun direkam dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. Dengan 4 album internasionalnya, Anggun tercatat sebagai salah satu penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.

5. Griselda Sastrawinata

Griselda Sastrawinata adalah seorang animator asal indonesia yang bekerja sebagai visual development artist (tim pengembangan animasi) di rumah produksi Dreamworks yang menghasilkan film2 animasi terkenal Shrek 4 dan film animasi lainnya seperti madagascar,Kung Fu Panda & Bee movie.

6. Cristhine Hakim

Herlina Christine Natalia Hakim (lahir di Kuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1956; umur 54 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Christine Hakim adalah salah satu aktris senior dan terkemuka di Indonesia.

Christine Hakim telah meraih beberapa penghargaan untuk beberapa filmnya yaitu:
1. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, dalam film Cinta Pertama (1977)
2. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Sesuatu Yang Indah (1979)
3. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Pengemis dan Tukang Becak (1978)
4. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Kerikil-Kerikil Tajam (1985)
5. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Di Balik Kelambu (1982)
6. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Tjoet Nja' Dhien (1988)
7. Best Actrees pada Asia Pasific International Film Festival

7. Srimulyani

Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 48 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Senin, 18 April 2011

Ancaman UU ITE, KUHP, KUHAP, dan Kesadaran Media Cyber Indonesia: Marissa Haque Fawzi



Terimakasih Banyak Mbak Rere, Mbak Desna, dan Mas Andreas
dari Kapanlagi.com

Memang benar tak perduli jenis bisnisnya seperti apa, namun dampak seperti apa bagi mereka yang melanggar hukum akan sama dirasakan bagi yang terkena. Terutama terhadap kejahatan ITE ditambah dengan delik pidana dari KUHP dan KUHAP, sanksi yang dikenakan sungguh tak enak! Manajemen kapanlagi.com menerima ‘uluran tangan’perdamaianku, dan kedepannya justru saya ingin bergandengan tangan menuju tim yang berkembang menciptakan karya nyata seperti masa-masa produktifku saat menjadi Managing Director PT. Rana Artha Mulia Films. Tuntutanku terhadap kapanlagi.com telah kucabut, subhanallah lancar adanya karena terdapatnya keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk berdamai.

Namun dari tiga entitas yang kutuntut hanyalah kapanlagi.com yang menyambut sangat terbuka alias manis dan menyenangkan hati uluran perdamaianku. Yang terbuka namun dengan setengah hati adalah kompasiana.com yang dipimpin oleh Kang Pepih Nugraha. Saat kutelpon, beliau memang selalu ramah dan hangat khas Wargi Urang alias Orang Sunda sehingga saya tidak faham yang bersangkutan sedang betulan ramah atau ‘terpaksa’ ramah karena harus berdiplomasi terhadap umpan balik berupa kritikan atas kebijakannya membiarkan pencemaran nama baik serta perbuatan tidak menyenangkan yang menyudutkan pribadi saya dan suami atas nama beberapa orang yang saya masukkan kedalam sub-tuntutan terhadap manajemen kompasiana.com. Bahkan sayapun tidak sepenuhnya faham saat Kang Pepih Nugraha mengatakan ke saya: “ …ya jangan semuanya dihapus dong.” Ups! Sumpah saya ndak faham Kang Pepih… Mohon dengan segala kerendahan hati saat Kamis siang atau sore setelah saya dariPolda Metro Jaya menemui Bu AKP Tesa Theresia dan Pak AKBP Reinhard Silitonga saya diberi waktu untuk mendatangi kantor Kang Pepih di Kompas daerah Pal Merah, Jakarta Pusat untuk penjelasan lebih lanjut. Karena Kang Pepih sudah dua kali resmi mendapatkan panggilan tertulis untuk dilidik oleh Polda Metro Jaya atas laporanku namun tidak diindahkan. Saya hanya kasihan terhadap Kang Pepih, kalau panggilan ketiga tetap tidak dihiraukan maka atasan Kang Pepih akan mendapatkan tembusannya untuk minggu depannya akan dijemput paksa oleh tim Lidik Polda Metro Jaya. Saya tidak main-main dalam masalah ini…namun saya coba pendekatan personal sekali lagi dalam minggu ini dengan harapan ada perubahan sikap dari manajemen puncak kompasiana.com. Saya hanya ingin melindungi serta mempertahankan nama baik keluarga saya secara keseluruhan, tak ingin mencari musuh, apalagi dengan salah satu putra terbaik Kompas yang selama ini telah berhasil membesarkan kompasiana.com. Karena sekali lagi kami sekeluarga berprinsip bahwa satu musuh terlalu banyak serta seribu teman terlalu sedikit!

Yang terparah adalah manajemen inilah.com. Saya pikir mereka akan mendapat sanksi terberat, karena selain tidak mengindahkan panggilan dari Polda Metro Jaya, mereka 'menantang' Polisi dengan mengatakan bahwa “…memangnya para perwira Polisi itu nggak ada kerjaan apa ngurusin beritanya Marissa Haque dan Ikang Fawzi?!” Saya telah meneruskan apa yang dikatakan oleh oknum pimpinan tertinggi manajemen inilah.com apa adanya. Biarlah kalau begitu hukum yang akan berbicara kepada mereka. Saya telah menyatakan keberatan saya terhadap apa yangselama ini mereka lakukan kepada keluarga kami. Memang sih… menurut Damay salah seorang waratawati yunior di Tangsel, Banten, mereka adalah teman-teman Damay saat menjadi wartawati LAMER atau Lampu Merah—wartawan gossip dengan prinsip bad news is a good news! Sebagian dari mereka bekerja untuk publikasi Pemda di Propinsi Banten, sehingga saya menjadi agak curiga…jangan-jangan memang berita minor tersebut adalah “pesanan” dari seseorang yang punya kepentingan politik di Banten dan akan bertarung untuk kembali jadi pemenang kedepannya? Bukankah secara terbuka telah saya katakana sudah muak dengan Banten, dan ingin melihat anak-cucu Banten asli berjuang untuk tanah kelahiran mereka? Well…saya hanya anak-menantu wong Banten, tidak lebih…perjuangan saya adalah bagaimana mampu turut mengggiring keluargaku kedalam suasana harmoni dan damai serta dipenuhi dengan nur Illahiah. Mengajak mereka semua—termasuk yang dekat di hati—belajar sabar dalam menebar kebaikan serta mengabil nilai positif dari setiap kejadian dalam hidup ini.

Allahu Akbar!

Selasa, 12 April 2011

Marissa Haque Fawzi: Sebuah Karya Buku Musik untuk Ayah Ikang Tercinta




Subhanallaaaaah... tak henti kubersujud pada-Mu Ya Allaaaah... Kau berikan seorang suami yang cerdas, baik hati, berbakat, bisa menyanyi, bisa mencipta lagu, bisa berbisnis, dan bersedia membuktikan rasa cintanya melalui hal yang paling kubanggakan...yaitu...back to school. Kembali ke kampus dan mendapatkan MBA dengan nilai "A" bulat untuk ujian thesisnya.

Bila saat lulus S1 dari FISIP UI dulu suamiku meniatkan untuk membahagiakan Ibunda tercintanya, maka kini dengan selesainya S2 nya di bidang sama Business Administration dari FEB UGM adalah total untuk membahagiakanku.

Effort Ikang Fawzi suamiku sungguh luar biasa! Di tengah kesibukannya yang ekstra tinggi, My Love--panggilan cintaku untuknya-- masih membaca dan membuat paper-work sampai subuh. Lalu ba'da adzan subuh suamiku pasti membangunkanku untuk sholat dan do'a bersama. Insya Allah Doktor suamiku kelak akan diperuntukkan bagi kedua putri kami buah cinta yang sudah semakin dewasa dan berkembang sesuai bakat serta minat mereka masing-masing, Bella dan Kiki.



Sebagai 'berbalas pantun-ku' sekarang ini sebuah buku sudah siap diterbitkan, karya tulisanku atas seluruh proses kreatif suamiku dalam koridor musik dan syair lagu-lagunya. Teknik, metodologi serta approach atas langkah strategik (marketing) apa yang dipakainya selama ini, dan mengapa. Insya Allah karya semi akademik ini dapat menjadi pegangan para mahasiswa S1 dan S2 yang hendak mempelajari ilmu Strategik Manajemen dan Marketing.

Insya Allah... Ayah Ikang... j'et aime...

Sabtu, 28 November 2009

Kliping Chikita Bungsuku Soal Acaraku Bersama Departemen PU di Kebun Raya Bali: Ikang Fawzi

Sumber: http://theanimator-chikitafawzi.blogspot.com/

Alhamdulillah senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi Ayahku tercinta ku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa 'segudang' cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra. Terimakasih Ya Allah... atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami sekeluarga dirumah pada Ramadhan suci tahun ini... hingga kami mampu berlebaran diakhir bulan ini...

Berikut ini berita Ayahku di Kompas Cyber dengan alamat sebagai berikut:http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik
Sabtu, 18 Juli 2009 03:20 WIB

Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama. Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama.

”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali. Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Jumat, 27 November 2009

Nahkoda Kapal Keluarga: Ikang Fawzi dalam Berita Kota (8 November 2009)

Ikang Fawzi
Minggu, 08 November 2009 02:02

Sempat Ditolak Calon Mertua

NAMA Ikang Fawzi di ranah industri musik Indonesia memang tak setenar dulu. Selain termakan usia, pelantun tembang ‘Preman’ ini rupanya punya kesibukan lain di bidang properti. Kendati dia mengaku tak sepenuhnya meninggalkan dunia yang telah memberinya ‘kehidupan’. Meski kini sibuk menjalankan bisnis properti, Ikang tetap menunaikan kewajiban sebagai seorang suami dan ayah yang baik.

Berikut petikan obrolan wartawan Berita Kota Hesti Hening YB dengan Ikang Fawzi di ruang kerjanya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan belum lama ini. Bagaimana kabarnya? Alhamdullilah baik dan tidak kurang satu apapun. Sehingga saya tetap bisa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Apa kesibukan Anda sekarang?

Saat ini saya lebih banyak bergerak di bisnis properti. Saya juga tengah menyelesaikan S2 di MM UGM. Bagaimana dengan dunia menyanyi?Kalau manggung-manggung off air masih. Sebentar lagi bersama Golang dan Eki akan meluncurkan album baru di bawah naungan Naga Swara. Kita bergabung dalam satu grup dengan nama Brother In Law. Aliran musiknya masih rock. Di sisi lain saya juga masih tetap konsen untuk tampil solo karir. Kenapa seolah tenggelam? Bukan tenggelam. Lagipula album terakhir saya baru tiga tahun lalu. Membuat lagu itu juga tidak mudah. Bagi saya cukup berat kalau satu tahun satu album. Apalagi sekarang saya keluar album bukan untuk ‘digilai’, tapi lebih pada kepuasaan dan mengutamakan kualitas demi memperkaya industri musik di Tanah Air.

Bagaimana cara membagi waktu dengan keluarga?
Layaknya seorang ayah pastinya keluarga yang utama. Saya berusaha sesibuk-sibuknya saya tidak akan mendahulukan kepentingan lain kecuali untuk keluarga, terutama untuk anak. Bahkan pernah saya suatu ketika menghentikan rapat karena harus jemput anak.

Apa sih arti keluarga bagi seorang Ikang Fawzi?
Keluarga itu saya ibaratkan perahu atau bahtera dan saya nahkodanya. Sebagai Nahkoda saya berusaha tidak egois, mau menerima kritik dan saran orang. Sehingga saya sering mendapat masukan dari istri bahkan anak dalam kehidupan sehari-hari. Pastinya saya kerap melakukan segala sesuatu bersama keluarga.
Bisa cerita awal pertemuan dengan istri?
Saya bertemu dengan istri jauh sebelum sama-sama main di film ‘Tinggal Landas Kekasih’ pada 1984, dengan sutradara (Alm) Sophan Sophian. Namun, waktu sama-sama main itulah saya makin mengenalnya dan akrab. Maksudnya? Ya, saya makin mengenal karakter aslinya dia. Awalnya saya sempat punya persepsi kalau dia itu seorang wanita tidak akan cocok dengan saya. Dulu saya ini bergaul dengan orang-orang biasa, sementara saya menganggap dia pergaulannya dengan kaum yang ‘berkelas.’ Maklumlah selain dia cantik, anak orang berada, juga saya anggap pintar. Lalu? Sejak mengenalnya makin dalam timbul perasaan suka. Apalagi saya sering melihatnya di tengah syuting tak pernah meninggalkan shalat. Padahal saya tahu waktu itu kita sama-sama punya pacar. Dia pun sering dijemput pacarnya usai syuting. Apa yang dilakukan sampai akhirnya bisa mendapatkannya?

Prinsip saya selama masih pacaran, sah-sah saja kalau kita mencoba mendapatkan perhatiannya. Saya sering cari-cari perhatian sama dia. Bahkan saya sering berharap kalau selesai syuting pacarnya tidak menjemput, sehingga saya bisa antar pulang. Siapa yang menyatakan suka terlebih dahulu? Seingat saya tidak ada yang bilang secara kata-kata. Semua mengalir begitu saja. Lantaran saya dan Marissa merasa punya keterikatan fisik yang kuat. Walaupun secara batin belum. Bagaimana dengan pacar masing-masing? Kalau saya putus karena perbedaan keyakinan dan sesuatu hal lainnya. Tapi kalau Marissa, saya tidak tahu. Bahkan sampai sekarang Marisa tak pernah bercerita dan saya memang tak ingin tahu.
Tanggapan orangtua?
Awalnya orangtua Marissa kurang setuju, terutama ayahnya. Pasalnya saat itu penampilan saya memang ngerock banget. Pakaian cuek dengan celana robek di bagian lutut. Lalu?Ayahnya mulai interes pada saya ketika kita berbicara soal masalah manajemen. Ayahnya bekerja di Pertamina dan saya saat itu kuliah di Universitas Indonesia bidang bisnis administrasi. Dari situ sang ayah berubah pandangan terhadap saya. Dia menganggap walaupun saya rocker ternyata saya dianggap punya visi.
Apa yang membuat Anda yakin Marissa jodoh Anda?
Saya pacaran dengannya 3,5 tahun. Selama pacaran saya melihat dia itu punya misi kemanusiaan yang sangat kuat. Marissa sangat peduli terhadap orang banyak. Bukan hanya itu, dia bisa menerima saya apa adanya. Bentuk penerimaannya seperti apa?Walaupun saat itu karir dia sudah sukses duluan dan saya belum apa-apa, tapi dia tidak sombong. Saya ingat dia tidak protes saat diantar acara Festifal Film Indonesia pada 1986 di Bandung dengan mobil hartop butut. Apalagi di tengah jalan mobil itu mogok. Marissa mau turun dan mendorong mobil tersebut.
Adakah komitmen sebelum nikah?
Saya sempat bilang dan berjanji pada orangtuanya kalau saya akan selalu mencintai, menjaga, dan membahagiakan Marissa. Alhamdullilah selama ini saya bisa menjalankannya. Walaupun memang ada beberapa pertengkaran terjadi dalam keluarga. Pertengkaran macam apa?Masalah sepele sebenarnya. Misalnya saja soal kebersihan. Marissa itu sosok yang sangat memperhatikan kebersihan. Dulu waktu saya masih merokok, saya sering membuang abunya sembarangan. Padahal setiap sudut rumah Marissa sudah menyediakan asbak. Hal-hal ini yang menjadi penyebab pertengkaran. Tapi pertengkaran dalam keluarga justru membuat rumah tangga makin harmonis.

Sosok istri di mata Anda?
Istri bagi saya sahabat sejati. Dia yang selalu mendukung dan memberi masukan bagi saya. Dia juga yang kerap memperingatkan dan menegur kalau saya salah. Bagaimana Anda bisa begitu menyayangi dan setia kepada istri?

Rasa sayang saya makin kuat saat dua kali menemani persalinan. Saat persalinan itu saya benar-benar menyadari perjuangan antara hidup dan matinya demi keturunan saya. Maka tak heran sebenarnya ada ungkapan kalau surga itu dibawah telapak kaki ibu atau telapak kaki wanita.
Apa arti anak bagi Anda?
Dulu saya memang sempat ingin sekali punya anak laki-laki. Namun dalam perkembangannya justru ternyata anak perempuan lebih menyenangkan. Anak juga saya anggap sebagai sahabat. Mereka pun segalanya bagi saya. Pola mendidik anak seperti apa yang diterapkan?Saya ini sosok yang berani, dalam arti mengerjakan sesuatu seperti tidak tertata. Tapi Marissa kebalikan dari saya. Dalam mendidik anak kami berusaha untuk jujur. Tidak akan meminta anak melakukan sesuatu yang baik, jika orangtua tidak bisa menyontohkannya. Pastinya pendidikan formal dan informal kita berikan kepada mereka.

Harapan ke depan untuk keluarga?
Ingin keluarga selalu tetap sama-sama berbagi beban dan kesenangan. Saya pasrah dengan segala kehidupan yang diberikan Allah. Yang penting kami tetap dalam lindungan-NYA.

Ilmu dan Musik Tak Bisa Dipisahkan
ISTIMEWA LAHIR dari keluarga musisi, membuat darah seni Ikang Fawzi tumbuh dan berkembang. Sang ayah, H. Fawzi Abdulrani merupakan pencipta lagu, pemain gitar, dan penyanyi di zamannya. Selain musisi, ayahnya juga pernah menjadi seorang diplomat. “Setiap anak diplomat memang harus bisa berkesenian, untuk membantu pekerjaan orangtua mengenalkan kesenian negara asal,” jelas Ikang Fauzi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Meski berbeda selera, sang ayah lebih pada musik Hawaian dan keroncong sementara Ikang konsisten dengan aliran musik rock, namun tak dipungkiri kalau figthing spirit ayahnya mengalir di jiwanya. Meski tak berarti semua fasilitas bisa mudah didapatkan saat itu. Justru, kehidupan Ikang remaja sangat mandiri. Ikang juga sempat merasakan hidup jauh dari keluarga. “Saya mengalami hidup hanya dengan kakak. Kadang harus benar-benar fight dalam hidup,” jelasnya. Perjalanan karir musik Ikang mulai terlihat pada 1978, saat ia menjuarai lomba cipta lagu Prambors, yang berjudul Cahaya Kencana. Tak lama kemudian pada 1981 bersama Adi MS dan kelompok musiknya merilis album bertajuk Staff dengan aliran musik jazz rock. Karirnya mulai melambung saat lagu Preman pada 1981, meledak. Beberapa penghargaan mulai diraihnya. Ikang pun mulai merambah dunia layar lebar.

Lewat film Tinggal Landas Buat Kekasih, kisah cintanya dengan Marissa Haque bersemi. Bersama Marissa, pemilik nama asli Ahmad Zulfikar Fawzi mampu membina bahtera rumah tangga yang harmonis, nyaris tanpa gosip dan dikaruniai dua anak perempuan cantik, Isabella Muliawati Fawzi serta Marsha Chikita Fawzi. Pria kelahiran 23 Oktober 1959 ini sempat mengaku hampir salah arah di awal popularitasnya. Hampir saja ia meninggalkan bangku kuliah lantaran terlena dengan apa yang diperolehnya sebagai seorang musisi. Beruntung seorang dosennya Prof Dr Martani menyadarkan. Hingga akhirnya ia tergugah bahwa selain karir musik, pendidikan juga penting. “Saya sempat terlena. Saat itu pendapatan sekali manggung Rp300 ribu. Sementara pegawai negeri saja gajinya hanya Rp120 ribu. Untung ada seorang dosen menyadarkan,” ujar mahasiswa S2 itu.

Kini Ikang menyadari, ada keterkaitan antara ilmu dengan karirnya sebagai musisi. Ilmu tanpa musik menurutnya akan membuat jenuh. Sementara musik tanpa ilmu tidak akan mampu berkembang. Namun jika keduanya digabungkan, hasilnya seperti yang dirasakan sekarang. “Jadi, saat jenuh di musik, saya bisa mengerjakan usaha sesuai ilmu yang saya pelajari dulu,” akunya.

Kendati mengaku masih banyak keinginan yang belum tercapai, Ikang selalu pasrah dan bersyukur. Pastinya, dia berharap semua ilmu, network dan pengalaman yang dimiliki semaksimal mungkin akan dipergunakan untuk masyarakat luas. Salah satunya dengan terjun ke dunia politik. “Kalau tidak terjun, bagaimana kita bisa benar-benar tahu,” imbuhnya.

BIODATA
Nama lengkap : Ahmad Zulfikar Fawzi
Nama beken : Ikang Fawzi
Tanggal lahir : 23 Oktober 1959
Nama istri : Marrissa Haque
Nama anak : Isabella Muliawati Fawzi (Bella)
Marsha Chikita Fawzi (Kiki)

Menikah : 12 April 1987

Nama orangtua : H Fawzi Abdulrani (Alm)
Hj Setia Nurul Muliawati Fawzi (Alm)

Karir Album Musik

1985 - Selamat Malam
1986 - Randy & Cindy
1987 - Preman
2000 - The Veey Best Of Ikang Fawzi
1993 - Semestinya Album Achmad Albar, lagu “Panggil Aku Falina”
Karya Adjie Soetama, Tarto S
1990 - Jangan Bedakan Kami bersama Pakarock

Film
1982 - Pengantin Remaja II
1984 - Tinggal Landas Buat Kekasih
1985 - Yang Kukuh Runtuh
1985 - Kulihat Cinta Di Matanya
1987 - Biarkan Bulan Itu
1986 - Menggapai Matahari
1988 - Pembalasan Ratu Pantai Selatan
2008 - MBA (Married By Accident)

Penghargaan
1978 - Juara III Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors
1985 - Penyanyi Pria Musik Rock/Pop Rock Terbaik versi Majalah Gadis 1986 - Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Gadis ·
1987 - BASF Award, Album Rock Terbaik
1987 - BASF Award, Pencipta Lagu Rock Terbaik
1987 - The Best Selling Indonesian Album, BASF Award Pop Rock
1989 - Penyanyi Rock Terbaik versi Majalah Monitor

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI), 1982

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk Ikang Fawzi Kekasih Abadinya

Love, Care, and Share dari Marissa Haque untuk  Ikang Fawzi Kekasih Abadinya
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Suami Tercintanya Ikang Fawzi

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010
ikang fawzi, suami marissa haque, lulus MBA dari UGM, indopos, 18 desember 2010

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi
1991, Ikang Fawzi Alumni FISIP-UI, Show di Jambi

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011

Ikang Fawzi, Drs, MBA, Manggung di Malam Perpisahan Wisudawan FEB UGM, Jan 2011
Drs. Ikang Fawzi, MBA, Salah Seorang Wisudawan Terbaik FEB UGM, Januari 2011 di Yogyakarta

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola

Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola
Album STAFF Ikang Fawzi yang Pertama dari SMAN 3 Jakarta, bersama Addie MS, Raidy Noor, Rudy Gagola, dll

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011
Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Sekjen KAGAMA FEB UGM 2011

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Sehari Sebelum Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta
Ikang Fawzi, Ditemani Marissa Haque sang Istri sampai Wisuda MBA UGM Yogyakarta

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono

Live Concert Ikang Fawzi & Ian Antono
Sutradara: Marissa Haque Fawzi (School of Film, Ohio University, 2002)

Ikang's Latest Album in 2007

Ikang's Latest Album in 2007
Dua Sisi & Feat with Isabella Fawzi

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011

Pencapaian 'Kecil' Ikang Fawzi, Nilai "A" Bulat, MBA Ikang Fawzi dari UGM, Jan 2011
Wisuda MBA Ikang Fawzi dari UGM, Kado Foto dari Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi, Dear Dad! This is for You!

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011
marissa Haque Mendampingi Suaminya, Drs. H. Ikang Fawzi, MBA, Penyanyi Rock Terkenal Indonesia, Dinobatkan Jadi Duta LIPI 2010-2011

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)

Friends are Forever (Ikang, Addie, Adjie)
Ikang Fawzi, Menteri PU Djoko, Addie MS, Adjie Soetama

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI

Rocker Juga Bisa Jadi Dosen di FISIP-UI
Ikang Fawzi, Dosen Tamu, FISIP-UI, 26 November 2009

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011
Ikang Fawzi MBA Alumni FEB UGM, Menemani Marissa Haque Istrinya di FH UGM, Feb 2011

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi
Cinta, Kasih, Dukungan Penuh Marissa Haque untuk Sumi Tercintanya Ikang Fawzi

Iklan BKKBN Jawa Timur

Iklan BKKBN Jawa Timur
Ikang Fawzi & Marissa Haque Ikon BKKBN Jatim 2009-2010

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards

Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards
Ikang Fawzi, Husband of Marissa Haque with His Music & Film Awards