
ikang-fawzi-dalam-bil
Jum'at, 04 Maret 2011 17:15 wib
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/03/04/373/431483/indonesia-butuh-kurikulum-musik
SURABAYA- Kondisi pelajaran musik di sekolah dasar hingga menengah atas kian memprihatinkan. Bahkan pola-pola pembelajaran terkesan monoton sehingga siswa tidak memahami musik secara pasti. Pelajaran musik di Indonesia hanya sebatas teori saja.
Hal itu disampaikan Ketua Music Teacher Association of Indonesia (MTAoI) Ivon Maria Pek Pien. "Pelajaran musik di Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding luar negeri. Oleh karena itu, melalui MTAoI ini akan diperjuangkan agar terwujudnya kurikulum musik skala nasional," kata Ivon di sela-sela acara Open Piano Competition The 11th Galaxy International di Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jum'at (4/3/2011).
Dia menambahkan, di Indonesia, sekolah musik selalu dicampurkan dengan sekolah umum. Beberapa siswa selalu dibebani dengan pelajaran musik yang hanya teori saja. MTAoI berencana menggulirkan kurikulum bagi perkembangan musik di Indonesia, yakni bagaimana menanamkan musik secara benar sejak dini. Kemudian, ketika siswa beranjak dewasa dapat menerapkan musik tanpa harus les privat lagi.
Ivon mengkritik, Indonesia tidak memiliki konservatorium, sebuah wadah untuk mencari bakat-bakat musisi. Di luar negeri, seperti di New York dan Eropa, konservatorium ini sudah melembaga. "Kabarnya sih akan ada pembangunan konservatorium di Indonesia. Sayangnya yang mendanai bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Belanda bekerja sama dengan kampus Widya Mandala Surabaya," ungkapnya. (rfa)(rhs)

Atas jasa/relasi baik Icha istriku dengan seluruh stakeholders BKKBN, kami sekeluarga mendapat kesempatan untuk tampil sebagai IKON baru BKKBN ditanah kelahiran Ibu mertuaku R Ay. Mieke Soeharijah yaitu Jawa Timur. Alhamdulillah, minggu lalu sudah ditayangkan di seluruh stasiun lokal Jatim. Dan atas diberikannya kepada kami kepercayaan dari tim BKKBN Jatim untuk menjadi IKON peduli Keluarga Berencana ini memicu semangat kami untuk lebih baik didalam bekerja dan tidak berhitung soal waktu dan energi yang telah dan akan kami keluarkan. Karena bagi kami apa yang kami sekeluarga lakukan saat ini adalah investasi kebaikan bagi sustainable development Indonesia kita tercinta.
Tag line Iklan BKKBN Jawa Timur dengan Keluarga Ikang Fawzi: "2 anak cukup lelaki atau perempuan sama saja."